![]() |
Sarjani beserta anggota Singo Lawu. (Rom/Rembangcyber) |
Keberhasilan ini tak lepas dari peran para pemuda Dukuh Randugosong, Desa Banggi Kecamatan Kaliori yang menginisiasi terwujudnya Pasar Digital Brumbung.
Para pemuda Randugosong yang menamakan dirinya Singo Lawu ini membuat konsep pasar yang unik yakni hanya menjual aneka makanan khas tempo dulu dengan nuansa pedesaan jaman dulu (jadul).
Berkat kerja keras Pemuda Singo Lawu yang terbentuk pada tanggal 17 Januari 2018 itu, Pasar Digital Brumbung berhasil menarik minat masyarakat, terutama kalangan muda.
Selain membidani terwujudnya Pasar Digital Brumbung Komunitas Singo Lawu ini juga aktif melakukan berbagai kegiatan sosial diantaranya bersih desa yang dilakukan setiap sebulan sekali dan juga tabungan pemuda untuk acara sedekah bumi.
Ketua Ikatan Putra Putri Singo Lawu Dusun Randugosong Desa Banggi, Sarjani mengaku, tekad untuk membangun dukuhnya muncul ketika dirinya merasa prihatin melihat masyarakat desanya yang masih berada dibawah garis kemiskinan.
Untuk itu pemuda yang pernah merantau 10 tahun di Jakarta ini bersama pemuda lainnya termotivasi untuk berinovasi membuat konsep Desa Wisata agar penghasilan warga di dukuhnya meningkat.
"Terus terang masyarakat kami dibawah garis kemiskinan. Golek pangan wae podo susah kadang direwangi merantau. Disitulah ikrar pemuda, ayo kita harus merubah nasib dukuh kita, kita berkomitmen bersama," ujar Sarjani, Kamis (17/1/2019)
Sarjani menambahkan, Pasar Digital Brumbung merupakan bagian dari salah satu konsep desa wisata yang tengah dirintis. Masih ada beberapa konsep lain yang akan digarapnya untuk memajukan Desa Banggi.
"Ada konsep yang lain dan ini akan lebih unik. Desa kecil tapi Insyaallah membawa keberkahan kepada masyarakat dan keberkahan kepada warganya nanti," tambahnya.
Saat ini pemuda Singo Lawu berjumlah 55 orang. Dirinya berpesan kepada seluruh pemuda di Kabupaten Rembang bahwa sebuah keinginan dapat menjadi kenyataan jika diikuti dengan ketekunan dan kerja keras. (Rom)
Kirim Komentar: