Kategori Bertita: "Kembang Lambe"
Tampilkan postingan dengan label Kembang Lambe. Tampilkan semua postingan
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.

Mohammad Syarofuddin Ismail Qoimas (Mbah Syarof). Aba/Rembangcyber

REMBANGCYBER.NET, KOTA - Dilantiknya Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) sebagai Menteri Agama Republik Indonesia oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan Fachrul Razi, mendapat tanggapan positif dari sejumlah kalangan.


Salah satunya dari salah seorang pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, Kiai Haji Mohammad Syarofuddin Ismail Qoimas atau yang akarab disapa Mbah Syarof.


Mbah Syarof mengungkapkan sosok Gus Yaqut merupakan salah satu tokoh yang langka dan sulit ditemukan saat ini; yakni pandai dan juga pemberani. 


"Kalau pandai banyak, tapi terkadang tidak pemberani. Begitu juga sebaliknya. Tapi kalau Gus Yaqut itu, ya pandai ya pemberani. Jadi sudah tepat dia dipilih Pak Jokowi menjadi menteri agama," ucap Mbah Syarof, Jumat (25/12/2020).


Mbah Syarof menambahkan, keberanian Gus Yaqut itu meniru keberanian yang dimiliki Abahnya, yakni Mbah KH Cholil Bisri.


“Sejak dulu, Gus Yaqut ya kayak gitu. Yang saya amati itu keberaniannya meniru Mbah Cholil (KH Cholil Bisri) ayahnya, dan juga Gus Dur,” imbuh Mbah Syarof.


Menurutnya, dipilihnya Gus Yaqut sebagai Menteri Agama RI oleh Presiden Joko Widodo merupakan kehendak Tuhan yang sudah digariskan.


"Semoga Gus Yaqut amanah, selalu diberikan kemudahan dan kesehatan sehingga dapat mengemban tugas dengan baik," pungkasnya.


Gus Yaqut secara resmi dilantik sebagai Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) oleh Presiden Joko Widodo, pada Rabu (23/12/2020) pagi, di Istana Negara.


Usai dilantik, Gus Yaqut langsung bersilaturahmi ke sejumlah tokoh untuk memohon restu dan nasehat dalam menjalankan tugasnya sebagai Menteri Agama Republik Indonesia. Aba

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.


REMBANGCYBER.NET - Punya rupa dan warna indah, kembang telang tak hanya berguna menghias taman. Manfaat kembang telang terbukti melimpah untuk kesehatan.


Ibarat gadis, kembang telang adalah perempuan yang cantik luar dalam. Tak hanya berpenampilan rupawan, tapi juga memiliki kemampuan terpendam.


Dikenal juga dengan nama Asian pigeonwings atau butterfly pea flower, ia memiliki warna biru memikat yang bisa membuat taman menjadi lebih hidup dan indah. Tanaman rambat ini juga populer karena mudah ditanam.


Di balik tampilannya yang memikat, kembang telang menyimpan khasiat yang bermaslahat bagi kesehatan manusia. Kembang ini banyak dikonsumsi dengan membuatnya menjadi ramuan minuman teh kembang telang yang nikmat.


Apa sajakah khasiat  bunga telang yang bisa kita dapatkan untuk tubuh kita? 

Fakta Kembang Telang

Sebelum membahas mengenai manfaat bunga telang untuk kesehatan, menarik untuk disimak beberapa fakta unik tentang kembang cantik ini.


Bunga telang atau kembang telang memiliki banyak julukan. Sering dikenal dengan nama Asian pigeonwings, bluebellvine, blue peamaupun butterfly pea flower.


Tanaman telang berumur pendek, serta bisa tumbuh dan merambat dengan cepat.


Warna biru yang dihasilkan   jika diseduh sebagai minuman, berasal dari zat antioksidan bernama anthocyanins.


Warnanya yang indah kerap dimanfaatkan untuk dioleh sebagai pewarna makanan alami dan menyehatkan.


Meski dijuluki sebagai butterfly pea flower, bunga telang tidak sering dihinggapi kupu-kupu. Nama tersebut berasal dari bentuk mekarnya bunga yang tampak seperti sayap kupu-kupu.


Khasiat Kembang Telang

Banyak sisi menarik yang bisa dibahas dari tanaman dengan nama latin Clitoria ternatea ini. Tapi, yang paling menjadi sorotan tentu adalah manfaat melimpah yang terkandung di dalamnya. Mulai dari khasiatnya untuk mata, baik untuk otak hingga sehatkan jantung.


1. Mengatasi Gangguan pada Mata

Mungkin manfaat bunga telang untuk mata adalah salah satu khasiat paling luas yang diketahui masyakat di Indonesia.


Air rendaman kembang telang diketahui ampuh digunakan sebagai obat untuk mengatasi mata merah ataupun masalah sakit mata lainnya.


2. Meredakan Batuk dan Asma

Selain bagian bunganya, akar tanaman telang diketahui efektif untuk meredakan batuk dan gangguan asma. Bahkan, ini telah menjadi salah satu andalan dalam pengobatan tradisional dengan mengandalkan bahan herbal.


3. Membuang Racun di Sistem Pencernaan

Salah satu manfaat mujarab yang terkandung dalam bunga telang adalah ia mampu membantu membuang racun-racun yang terdapat di sistem pencernaan.


Toppers bisa mengonsumsinya dengan cara menyajikannya sebagai minuman teh hangat. Cukup seduh beberapa kembang telang dengan air panas, diamkan hingga meresap beberapa menit sebelum diminum.


4. Bersifat Antiinflamasi

Butterfly pea telah lama diketahui punya segudang manfaat dalam pengobatan Ayurveda, dan ini didukung oleh penelitian yang valid.


Ramuan bubuk bunga telang bisa membantu meredakan demam akibat peradangan dalam tubuh. Ini bisa bermanfaat sebagai pertolongan pertama jika mengalami gejala suatu penyakit.


5. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh

Telang adalah solusi bagi sistem pertahanan tubuh kita dari ancaman kuman penyebab penyakit.


Kandungan dalam tanaman ini telah teruji efektif dalam melawan berbagai bakteri yang merugikan tubuh.


Saat flu menjadi ancaman di cuaca yang tidak bersahabat, kamu bisa mengandalkan teh bunga telang untuk memperkuat imunitas tubuh.


6. Memperlancar Metabolisme Tubuh

Metabolisme yang aktif dan sehat sangat penting untuk melawan kenaikan berat badan berlebih dan menjaga berat badan kita agar tetap ideal.


Teh kembang ini membantu mendorong pembakaran kalori dan meningkatkan hormon yang berperan dalam pembakaran lemak. Jadi, telang baik juga untuk diet.


7. Mengatasi Stres dan Kecemasan

Butterfly pea flower telah dikenal ampuh sebagai adaptogenik yang membantu tubuh mengatasi stres.


Efeknya yang menenangkan pada tubuh dan pikiran dapat digunakan untuk mengurangi stres dan kecemasan berlebih.


Bunga biru indah ini bahkan telah terbukti memiliki efek ansiolitik dan antidepresi yang telah terbukti melalui studi.


8. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Satu lagi manfaat mujarab dari telang, yakni perannya dalam mengatasi tekanan darah tinggi yang memicu gagal jantung dan bisa mengancam jiwa.


Penelitan menunjukkan bahwa kandungan dalam telang berguna untuk mengurangi dan mengatur tekanan darah di angka normal.


9. Mengontrol Kadar Gula Darah

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Applied Pharmaceutical Science, bunga telang terbukti mengurangi dan bahkan menstabilkan kadar konsentrasi glukosa darah.


Selain beberapa manfaat bunga telang di atas, masih banyak lagi khasiat luar biasa yang bisa diberikan oleh tanaman ini untuk kesehatan tubuh. Yang perlu diingat, selain mengandalkan sumber herbal, kita juga harus menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit berbahaya. Red - Disarikan dari berbagai sumber


Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.


REMBANGCYBER.NET, KOTA - Olahraga elektronik atau yang populer disebut esports saat ini sangat digandrungi anak muda. Esports resmi menjadi salah satu cabang olahraga baru di Indonesia, bahkan turut diperlombakan di SEA Games 2019 silam.

Meski begitu di Kabupaten Rembang, penghobi olahraga esports belum diwadahi secara maksimal.

Sahabat Hanies, yang merupakan salah satu komponen relawan pemenangan Pasangan Calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati, H Abdul Hafidz - H Mochamad Hanies Cholil Barro' (Hafidz-Hanies), tergerak untuk mewadahi potensi kaum milenial tersebut dengan menggelar kompetisi esports Mobile Legends dengan menggandeng Komunitas Anak Muda Rembang.

Kompetisi mobile legends sendiri digelar 13-15 November 2020. Kompetisi ini diikuti 64 squad, masing-masing squad terdiri dari 5 orang.

Koordinator Anak Muda Rembang, Tulus Budi Prabowo  menyebut turnamen mobile legends ini dikhususkan untuk milenial Rembang.

"Jadi semua peserta adalah anak muda Rembang. Selain untuk mewadahi anak muda yang hobi dengan permainan elektronik, kompetisi ini sekaligus
untuk menjaring bibit-bibit unggul esports players Kabupaten Rembang," terangnya, Rabu (18/11/2020).

Ditambahkannya, peminat esports di Kabupaten Rembang sendiri cukup besar. Hal itu terlihat dari membludaknya milenial yang turut mendaftar kompetisi mobile legends.

"Namun hingga saat ini masih sangat minim wadah yang dapat digunakan untuk menyalurkan minat tersebut termasuk minimnya kompetisi, padahal di Rembang sangat potensial untuk menjaring atlet muda berbakat,” imbuhnya.

Tulus menambahkan, pihaknya sangat respek dengan apa yang dilakukan Sahabat Hanies, yang telah berkolaborasi menggelar kompetisi mobile legends untuk milenial Rembang.

"Kami menaruh harapan besar kepada Gus Hanies untuk kedepannya memberikan perhatian dan wadah bagi kaum milenial dalam mengembangkan bakatnya. Agar terwujud keinginan itu, tentu kita harus mendukungnya untuk mewujudkan Rembang Gemilang," ucap Tulus.

Kompetisi esports bertajuk "Kompetisi Mobile Legends Anak Muda Rembang" digelar secara gratis, memperebutkan hadiah Rp2,5 juta dan 42.500 diamond.

Kompetisi ini mempertegas komitmen Paslon H Abdul Hafidz - H Mochamad Hanies Cholil Barro' (Hafidz-Hanies) yang diusung PPP, PKB, Golkar dan PDI Perjuangan untuk mendukung pengembangan potensi anak muda, salah satunya dengan membangun ekosistem gaming di Rembang.

“Kompetisi esports ini bukti komitmen Hafidz-Hanies mewadahi milenial untuk profesional menggeluti bidang sesuai bakat masing-masing termasuk esports ini. Kita ingin ada pembinaan bibit lokal. Semoga melalui event ini lahir atlet esports dari Rembang yang kedepannya bisa mengharumkan nama daerah,” ucap Koordinator Sahabat Hanies, Muhammad Imron.

Ditambahkan Imron, persoalannya saat ini, tinggal bagaimana pemerintah memberi wadah dan dukungan untuk pengembangan oleh raga esports yang digandrungi kaum milenial.

“Melalui kompetisi ini, tentu kami ingin merangkul kaum milenial untuk bersama-sama mewujudkan Rembang Gemilang. Kita mau membangun ekosistem gaming di Rembang, berikut pengembangannya,” tegas Imron.

Kompetisi Mobile Legends  Anak Muda Rembang dilaksankan dua tahap. Kualifikasi online dilaksankan 13-14 November dan offline dilaksanakan pada 15 November di Hotel Polos Rembang.

Keluar sebagai juara, Rembang Esports, juara 2, Forsa Jaya dan juara 3, RES Jr.

Cawabup H Mochamad Hanies Cholil Barro' (Gus Hanies) sangat mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi esports mobile legends. Ia mengaku sangat mendukung pengembangan olahraga esports di Rembang.

Menurutnya, bermain mobile legends sama halnya seperti berorganisasi, dibutuhkan ketangkasan,  kekompakan, kerjasama dan soliditas.

'Tentu kami sangat mendukung kegiatan pengembangan esports. Kegiatan ini bisa menstimulus anak muda Rembang untuk berkompetisi secara sehat sekaligus dapat mengembangkan potensinya dalam dunia esports," ucap Gus Hanies.

Gus Hanies menambahkan,  pembinaan bagi calon atlet esports mutlak harus dilakukan mengingat dalam kejuaraan baik tingkat nasional maupun internasional cabang olahraga eaports pun sudah diakui, sehingga penjaringan bakat calon atlet harus mulai digalakkan. (Aba)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Mengenal Sobat Ambyar, Komunitas Pecinta Lord Didi

REMBANGCYBER - Sobat Ambyar merupakan sebutan komunitas bagi penggemar penyanyi campursari Didi Kempot. Komunitas ini semakin eksis seiring semakin naiknya popularitas Didi Kempot, yang mereka sebut dengan "Lord Didi".

Keberadaan Sobat Ambyar membuat para penggemar karya Didi Kempot menjadi lebih terorganisir. Sebelumnya istilah Kempoters adalah sebutan untuk penggemar Didi Kempot namun sebutan tersebut berkembang dikalangan anak muda menjadi Sad Boys (untuk laki-laki) dan Sad Girls (untuk perempuan).

Para penggemar Didi Kempot yang tergabung dalam Sobat Ambyar mayoritas generasi muda. Hal ini menunjukkan bahwa karya Didi Kempot diminati lintas generasi. Eksistensi para penggemar muda ini membuat Didi Kempot dinobatkan sebagai The Godfather of Broken Heart (bahasa Jawa: Bapak Loro Ati Nasional; Bapak Patah Hati Nasional).

Komunitas Sobat Ambyar awal terbentuk melalui sebuah acara Musyawarah Nasional (Munas) Pengukuhan Awal yang diselenggarakan oleh Solo Sad Bois Club pada hari Sabtu tanggal 15 Juni 2019 di Rumah Blogger Indonesia (RBI), Jl. Apel III No.27, Kel. Jajar, Kec. Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah. (RC)
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Perjalanan Karier Lord Didi
REMBANGCYBER - Didi Kempot memulai kariernya pada tahun 1984 sebagai musisi jalanan. Bermodalkan ukulele dan kendhang, penyanyi kondang Didi Kempot mulai mengamen di kota kelahirannya Surakarta, Jawa Tengah, selama tiga tahun.

Pada tahun 1987 Didi Kempot memulai kariernya di Jakarta. Ia kerap berkumpul dan mengamen bersama teman-temannya di daerah Slipi, Palmerah, Cakung, maupun Senen.

Mulai dari situ, julukan "Kempot" yang merupakan kependekan dari "Kelompok Pengamen Trotoar" terbentuk, yang menjadi nama panggungnya hingga saat ini.

Sembari mengamen di Jakarta, Didi Kempot dan temannya mencoba rekaman. Kemudian, mereka menitipkan kaset rekaman ke beberapa studio musik di Jakarta.

Setelah beberapa kali gagal, akhirnya mereka berhasil menarik perhatian label Musica Studio's. Tepat di tahun 1989, Didi Kempot mulai meluncurkan album pertamanya. Salah satu lagu andalan di album tersebut adalah Cidro.

Lagu Cidro diangkat dari kisah asmara Didi yang pernah gagal. Jalinan asmara yang ia jalani bersama kekasih tidak disetujui oleh orang tua wanita tersebut. Itulah yang membuat lagu Cidro begitu menyentuh hingga membuat pendengar terbawa perasaan.

Sejak saat itulah Didi Kempot mulai sering menulis lagi bertema patah hati.

Perjalanan karier Didi Kempot tak berhenti begitu saja. Pada 1993, penyanyi asal Solo tersebut mulai tampil di luar negeri, tepatnya di Suriname, Amerika Selatan. Lagu "Cidro" yang dibawakan sukses meningkatkan pamornya sebagai musisi terkenal di Suriname.

Setelah Suriname, Didi Kempot lanjut menginjakkan kakinya di benua Eropa. Pada 1996, ia mulai menggarap dan merekam lagu berjudul Layang Kangen di Rotterdam, Belanda.

Kemudian, Didi Kempot pulang ke Indonesia pada 1998 untuk memulai kembali profesinya sebagai musisi. Tak lama setelah pulang kampung, pada era reformasi, 1999, dia mengeluarkan lagu "Stasiun Balapan".

Kembalinya Didi Kempot ke Indonesia ternyata membuat kariernya semakin populer. Hal itu dibuktikan dengan keluarnya lagu-lagu baru di awal 2000-an.

Nama Didi Kempot kembali meroket setelah mengeluarkan lagu Kalung Emas pada 2013 lalu. Kemudian pada 2016, penyanyi asal Solo tersebut mengeluarkan lagu "Suket Teki". Lagu tersebut juga mendapatkan apresiasi yang tinggi dari warga Indonesia.

Idola milenial
Perjalanan karier Didi Kempot yang berliku hingga mencapai kesuksesan tidak membuatnya sombong. Ia menjadi idola generasi milenial yang akrab dengan media sosial.

Sebagai penyanyi senior, Didi Kempot memperlakukan penggemar layaknya sahabat. Dia bahkan tidak ragu mengajak penggemarnya bernyanyi bersama di atas panggung. Dia juga sering memberikan motivasi kepada penggemarnya agar tidak menyerah untuk berkarya.

Penyanyi kondang asal Solo, Jawa Tengah, itu mendapat gelar "The Godfather of Broken Heart" alias "Bapak Patah Hati Nasional". Julukan itu didaulat oleh kalangan muda kepada Didi Kempot karena kepiawaiannya membawa pendengar larut dalam emosi ketika mendengarkan lantunan lagunya. (RC)
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.

REMBANGCYBER - Dionisius Prasetyo atau lebih populer dikenal dengan nama Didi Kempot lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 31 Desember 1966 dan meninggal di Surakarta, Jawa Tengah, 5 Mei 2020 pada umur 53 tahun.


Ia adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu campursari dan congdut dari Surakarta. Didi Kempot merupakan putra dari seniman tradisional terkenal, Ranto Edi Gudel yang lebih dikenal dengan Mbah Ranto.

Didi Kempot merupakan adik kandung dari Mamiek Prakoso, pelawak senior Srimulat.
Publik mengenal Didi Kempot sebagai maestro campursari dan penulis lagu yang populer. Ia memulai karirnya sebagai musisi jalanan di kota Surakarta sejak tahun 1984 hingga 1986, kemudian mengadu nasib ke Jakarta pada tahun 1987 hingga 1989.

Nama panggung Didi Kempot merupakan singkatan dari Kelompok Pengamen Trotoar, grup musik asal Surakarta yang membawa ia hijrah ke Jakarta.

Hampir sebagian lagu yang ditulisnya bertemakan patah hati dan kehilangan. Alasan sengaja memilih tema tersebut karena rata-rata orang pernah mengalaminya dan ingin dekat dengan masyarakat, juga menjadi alasan Didi Kempot menggunakan nama-nama tempat sebagai judul atau lirik lagunya.

Didi Kempot banyak diminati oleh kalangan muda dari berbagai daerah yang menyebut diri mereka sebagai Sadboys dan Sadgirls yang tergabung dalam "Sobat Ambyar" dan mendaulat Didi Kempot sebagai "Godfather of Broken Heart" dengan panggilan Lord Didi.

Julukan itu berawal dari lagu-lagu Didi Kempot yang hampir semuanya menceritakan tentang kesedihan dan kisah patah hati. (RC)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
REMBANGCYBER - Kabar duka kembali datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi campursari dengan nama lahir Dionisius Prasetyo alias Didi Kempot meninggal dunia pada Selasa (5/5/2020) sekira pukul 07.45 WIB.

Didi Kempot meninggal dunia di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah.

Didi Kempot wafat pada usia 53 tahun. Penyanyi yang dijuluki The Godfather of Broken Heart itu dikenal dengan lagu-lagu bertemakan patah hati. Selamat Jalan Mas Didi. (RC)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Almaggfurlah KH Cholil Bisri. (Rembangcyber)

REMBANGCYBER.net, KOTA - Hari ini, Senin 2 Maret 2020 bertepatan dengan 7 Rajab, hari wafatnya Almaghfurlah Kiai Haji Mohammad Cholil Bisri yang akrab dipanggil Mbah Cholil.

Untuk mengenang Almaghfurlah, Rembangcyber menurunkan tulisan sosok Kiai Cholil Bisri yang wafat pada 7 Rajab 1424 H bertepatan 24 Agustus 2004, yang kami sarikan dari berbagai sumber.

Kia Cholil Bisri lahir di Rembang tanggal 12 Agustus 1942 bertepatan dengan tanggal 27 Rajab 1263 H. Mbah Cholil adalah putra pertama dari pasangan KH Bisri Mustofa bin H Zaenal Mustofa dan Nyai Hj Ma'rufah binti KH Cholil Harun Kasingan Rembang.

KH Kholil Harun sendiri merupakan pendiri Pesantren Kasingan Rembang yang pernah mengalami masa keemasan pada tahun 1935 dengan jumlah santri mencapai tiga ribuan. Beberapa alumni yg menjadi tokoh besar, antara lain: KH Bisri Mustofa, KH Machrus Ali Lirboyo, KH Misbah Mustofa Tuban.

Mbah Cholil menikah dengan Nyai Hj Muhsinah binti KH Soimuri Solo dan dikaruniai delapan anak, yakni; Yahya Cholil Staquf, Ummi Kalsum Cholil Dzalij, Zaenab Cholil Qotsumah,  Yaqut Cholil Qoumas, Faizah Cholil Tsuqoibak, Bisri Cholil Laquf, Mohammad Hanies Cholil Barro' dan Mohammad Zaim Cholil Mumtaz.

Pendidikan Mbah Cholil
Pendidikan Mbah Cholil waktu kecil adalah di Sekolah Rakyat 6 Kartioso yang ditempuh dalam waktu lima tahun. Ia langsung diterima di kelas dua dan tidak mau satu kelas dengan adiknya, Gus Mus--KH Mustofa Bisri--yang pada saat bersamaan juga masuk kelas satu.

Selain menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat (1954), Mbah Cholil juga sekolah di Madrasah Ibtidaiyah (1954), kemudian melanjutkan di SMP Taman Siswa (1956) bersamaan dengan sekolah di Perguruan Islam (1956).

Mbah Cholil kemudian melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur (1957), Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta (1960), Aliyah Darul Ulum Mekah (1962), dan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kiai Cholil pernah nyantri kepada KH Machrus Ali, Lirboyo dan KH Ali Maksum Krapyak Yogyakarta.

Kiprah di Organisasi
Di bidang organisasi, Kiai Cholil pernah menjadi Ketua GP Ansor Rembang, Ketua Partai NU Rembang (ketika NU menjadi partai sendiri pada 1971), Ketua DPC PPP (ketika NU fusi dengan PPP).

Mbah Cholil juga pernah menjadi A’wan dan Mustasyar PWNU Jawa Tengah, dan Ketua MPW PPP Jawa Tengah.

Keterlibatannya dalam PPP, pada 1982 ia diminta untuk menjadi anggota DPRD Tingkat I, tetapi Mbah Cholil menolak, karena ia berprinsip harus mengurus pesantren. Waktu itu, ia hanya mau di DPRD Tingkat II, seumur hidup. Terlebih lagi setelah ayahnya meninggal pada 1977, ia memegang tanggung jawab untuk menjadi pengasuh di Pesantren Raudhatut Thalibin sehingga ia hanya tertarik dalam politik lokal.

Di pesantren, Mbah Cholil mengajar banyak kitab diantaranya; bandongan Alfiyah, Syarah Fath al-Muin, Jam’ul Jawami’, dan Ihya’ Ulumuddin.


Ketika NU kembali ke Khittah pada 1984, Kiai Cholil ikut terlibat dalam pemulihan Khittah NU. Dalam Muktamar NU ke-27 (1984), yang merumuskan Khittah NU, Kiai Cholil Bisri menjadi Ketua Panitia Perumus di Komisi Program.
Kiai Cholil Bisri pada 1992 menjadi anggota DPR RI dari PPP.

Ketika PKB dideklarasikan pada 23 Juni 1998, Kiai Cholil Bisri menjadi salah satu tokoh penting. Ia menjadi Wakil Ketua Dewan Syuro DPP PKB, dengan Ketua Dewan Syuro KH Ma’ruf Amien dan Ketua Dewan Tanfdiziyah Matori Abdul Djalil. Keterlibatannya dalam PKB mengantarkannya menjadi anggota DPR dari PKB, bahkan sampai menjadi Wakil Ketua MPR.

Meskipun menjadi politisi, kekiaian Kiai Cholil Bisri tidak luntur. Ia di Rembang tetap mengajar ngaji dan menjadi pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin sampai akhir hayatnya. Mbah Cholil sangat menyukai kalimat-kalimat hikmah dari Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam al-Hikam, yang terkenal itu.

Mbah Cholil juga dikenal sebagai seorang penulis. Tulisan yang telah diterbitkan adalah Kami Bukan Kuda Tunggang dan Ketika Biru Langit.

Hari selasa merupakan hari keramat Mbah Cholil. Bagaimanapun sibuknya, Mbah Cholil selalu menyempatkan mengaji bersama santri-santri sepuh pada ngaji "Selasanan". Mbah Cholil juga wafat dan dimakamkan pada hari Selasa pada 7 Rajab 1424 H. (Rom).

Sumber:  Ensiklopedia NU

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Tirto Adhi Soerjo (wikipedia)

REMBAMGCYBER.net - Tirto Adhi Soerjo lahir di Blora, 1880 dan meninggal di Batavia, 7 Desember 1918 pada umur 37 atau 38 tahun.

Tirto yang waktu lahir bernama Raden Mas Djokomono adalah seorang tokoh pers dan tokoh kebangkitan nasional Indonesia, dikenal juga sebagai perintis persuratkabaran dan kewartawanan nasional Indonesia. Namanya sering disingkat T.A.S..

Tirto menerbitkan surat kabar Soenda Berita (1903-1905), Medan Prijaji (1907) dan Putri Hindia (1908). Tirto juga mendirikan Sarikat Dagang Islam. Medan Prijaji dikenal sebagai surat kabar nasional pertama karena menggunakan bahasa Melayu (bahasa Indonesia), dan seluruh pekerja mulai dari pengasuhnya, percetakan, penerbitan dan wartawannya adalah pribumi Indonesia asli.

Tirto adalah orang pertama yang menggunakan surat kabar sebagai alat propaganda dan pembentuk pendapat umum. Dia juga berani menulis kecaman-kecaman pedas terhadap pemerintahan kolonial Belanda pada masa itu. Akhirnya Tirto ditangkap dan disingkirkan dari Pulau Jawa dan dibuang ke Pulau Bacan, dekat Halmahera (Provinsi Maluku Utara). Setelah selesai masa pembuangannya, Tirto kembali ke Batavia, dan meninggal dunia pada 17 Agustus 1918.

Kisah perjuangan dan kehidupan Tirto diangkat oleh Pramoedya Ananta Toer dalam Tetralogi Buru dan Sang Pemula.

Pada 1973, pemerintah mengukuhkannya sebagai Bapak Pers Nasional. Pada tanggal 3 November 2006, Tirto mendapat gelar sebagai Pahlawan Nasional melalui Keppres RI no 85/TK/2006. (RC)

Sumber: wikipedia

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Logo HPN 2020. (Rembamgcyber)

REMBANGCYBER.net - Hari Pers Nasional (HPN) diselenggarakan setiap tanggal 9 Februari bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia, didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985.

Keputusan Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985 itu menyebutkan bahwa pers nasional Indonesia mempunyai sejarah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila.

Dewan Pers kemudian menetapkan Hari Pers Nasional dilaksanakan setiap tahun secara bergantian di ibu kota provinsi se-Indonesia.

Penyelenggaraannya dilaksanakan secara bersama antara komponen pers, masyarakat, dan pemerintah khususnya pemerintah daerah yang menjadi tempat penyelenggaraan. Landasan ideal HPN ialah sinergi. Sinergi antar komponen pers, antara komponen pers, masyarakat dan pemerintah, seperti tergambar pada untaian pita (umbul-umbul) yang membentuk huruf HPN.

Sejarah Hari Pers
Sebelum adanya Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985, HPN telah digodok sebagai salah satu butir keputusan Kongres ke-28 Persatuan Wartawan (PWI) di Kota Padang, Sumatera Barat, pada 1978.

Kesepakatan tersebut, tak terlepas dari kehendak masyarakat pers untuk menetapkan satu hari bersejarah untuk memperingati peran dan keberadaan pers secara nasional.

Pada sidang ke-21 Dewan Pers di Bandung tanggal 19 Februari 1981, kehendak tersebut disetujui oleh Dewan Pers untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah sekaligus menetapkan penyelenggaraan Hari Pers Nasional.

Pers selalu mengalami dinamika permasalahannya dari masa ke masa. Bukan saja pada masa Orde Baru, tetapi juga sebelum Orde Baru hingga saat ini mulai dari belenggu kolonialisme hingga kebebasan pers yang dibungkam.

Maka dari itu, diharapkan, melalui peringatan HPN, insan pers dan masyarakat sudah seharusnya senantiasa berbenah dan mewujudkan cita-cita Indonesia. (RC)

Sumber: wikipedia

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Tubagus Adhi (kanan) bersama Gus Ulil Absar. (Dok sportanews)

REMBANGCYBER.net - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat kembali memberikan Penghargaan Press Card Number One (PCNO) kepada belasan wartawan senior yang dinilai layak menerimanya.

Anugerah Kartu Pers Nomor Satu ini diberikan bertepatan dengan perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Di antara penerima PCNO tersebut terdapat dua wartawan senior dari PWI Provinsi DKI Jakarta. Yakni Tubagus Adhi, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan PWI Jaya, yang juga Pemred "Breakingnews.co.id dan Aat Surya Safaat, mantan Pemred "Antara" dan kini anggota Dewan Penasehat PWI Jaya.

Sertifikat dan Kartu Pers Nomor Satu akan diserahkan secara simbolis pada puncak perayaan HPN 2020, yakni Sabtu, 8 Februari, di Banjarbaru.
Acara rangkaian HPN 2020 di Banjarbaru ini akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Penghargaan Kartu Pers Nomor Satu diberikan kepada wartawan senior berusia 50 tahun ke atas, telah lebih 30 tahun mengabdikan dirinya di dunia jurnalistik, dan memang dianggap layak menerimanya.

Pemilihan wartawan senior penerima PCNO dilakukan oleh satu tim juri yang dibentuk PWI Pusat, dan kemudian diputuskan dalam rapat pleno PWI Pusat.

Penerima Penghargaan PCNO disampaikan melalui surat yang ditandatangani oleh Ketua PWI Pusat yang juga Penanggungjawab HPN 2020, Atal S Depari dan Auri Jaya, Ketua Panitia Pelaksana HPN 2020.

Anugerah PCNO diberikan sejak HPN X 2010 di Palembang, Sumsel. Tokoh no 1 adalah Rosihan Anwar, Jacob Oetama, Herawati Dyah, Dahlan Iskan, Gunawan Muhamad, Fikri Jufri, Karni Ilyas, Alwi Hamu.

Agus Sudibyo, anggota Dewan Pers, juga pernah menerima PCNO. Tubagus Adhi, 59 tahun, mengurai kebanggaannya atas anugerah PCNO yang diterimanya.

"Mungkin ini menjadi kebanggaan terbesar dalam hidup saya. Saya tak pernah bermimpi mendapat penghargaan ini," ungkap Tb Adhi dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (6/2).

Tb Adhi yang merintis karir jurnalistiknya di Majalah HAI tahun 1980, semasih menjadi siswa di SMA IX, Bulungan, Jaksel ini termasuk dari sedikit wartawan yang menekuni profesinya secara lengkap, multi-platform.

Ia pernah menjadi reporter stasiun televisi ANTV, reporter radio Elshinta, dan bekerja di sejumlah harian seperti Pelita, Berita Buana, Jawa Pos. Di awal karirnya ia juga pernah menjadi pembantu lepas Kompas.

Dari pengalamannya yang beragam dan panjang itu, menariknya, karir jurnalistik Tb.Adhi sebagian besar di bidang olahraga.

Tb Adhi juga pernah bergabung di Majalah Olahraga Olympic, yang terkenal di era 1980-an. Belakangan juga di harian olahraga Go Sport dan Terbit Sport.

Tb.Adhi adalah wartawan otodidak, hanya berbekal ijazah SMA, tidak sedetik pun pernah mengenyam perguruan tinggi. Gurunya adalah pengalaman di lapangan.

Penghargaan PCNO yang diterima Tb.Adhi tampaknya tak terlepas dari kiprahnya di organisasi PWI Provinsi DKI Jakarta. Walau sudah sejak 1980-an aktiv berkecimpung di Siwo Jaya, namun Tb.Adhi baru resmi bergabung dalam kepengurusan PWI Jaya periode 2019-2024.

"Saya termasuk yang terlambat untuk terlibat langsung dalam organisasi kewartawanan. Terimakasih kepada Sayid Iskandarsyah dan Kesit Budi Handoyo yang telah mengajak saya masuk kepengurusan PWI Jaya 2019-2024," papar Tb Adhi. Sayid Iskandarsyah dan Kesit B Handoyo adalah ketua dan sekretaris umum PWI Jaya 2019-2024.

Di kepengurusan PWI Jaya 2019-2024 Tb.Adhi didaulat sebagai Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan. Ayah dari Tb.Rangga Aditya Nugraha dan Rt.Delasara Irwinda ini dipercaya menjadi ketua panitia MHT Award 2019, kolaborasi PWI Jaya dengan Pemprov DKI Jakarta. (Aba)

Sumber: sportanews

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Ilustrasi siluman kera. (Dok Rembangcyber)

REMBANGCYBER.net, KOTA - Dunia lain diyakini ada. Tempat-tempat angker berbau mistis dan klenik, tak akan pernah ada habisnya untuk ditelusuri.

Menurut ahli metafisika, bangsa lelembut biasanya menempati tempat-tempat sepi yang jarang dijamah manusia seperti pemakaman kuno, gedung tua dan pulau-pulau terpencil.
Salah satu keberadaan lelembut yang hingga kini menjadi buah bibir masyarakat Rembang adalah lelembut Kera Putih penunggu Pulau Marongan Rembang.

Mitos dan kepercayaan sebagian masyarakat terhadap keberadaan lelembut Kera Putih masih terjaga hingga kini.

Dahulu, Pulau Marongan sebelum terkikis abrasi parah seperti saat ini, dipercaya sebagai tempat pemujaan untuk mendapat pesugihan. Benarkah?
Rembangcyber mencoba menelusuri kebenaran mitos tersebut. Dari informasi yang kami gali dari beberapa warga yang tinggal di sekitar pantai, mereka umumnya mengamini kebenaran mitos tersebut.

Pulau Marongan dikenal angker.  Pasalnya, pulau tersebut banyak ditumbuhi semak belukar. Meski demikian, sejatinya pulau ini memiliki sisi keindahan yang memukau karena air lautnya yang jernih dan banyak terumbu karang.
Pulau Marongan terletak di sebelah utara Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori. Pulau tersebut hingga kini masih menyimpan banyak cerita mistik.

Sebagian warga mengatakan, pulau yang tak berpenghuni tersebut merupakan tempat wingit yang menyimpan banyak kisah klenik meski kebenaranya sampai saat ini masih menjadi perdebatan.

Di Pulau Marongan terdapat sebuah makam. Makam tersebut berupa tumpukan batu. Tempatnya berada di bawah pohon Gondorase. Tak ada tulisan atau identitas atau petunjuk lain yang dapat mengungkap siapa yang dikubur di sana.

Ada banyak versi  terkait  makam kuno tersebut. Sebagian masyarakat meyakini makam tersebut merupakan pusara orang sakti yang bertapa di Marongan dan jasadnya dikebumikan di sana. Sebagian lagi berpendapat, makam kuno tersebut merupakan kuburan seorang nelayan yang meninggal saat mencari ikan.

Ada lagi yang meyakini makam kuno tersebut merupakan makam orang yang pertama kali menetap di pulau tersebut.

Menurut cerita tutur yang beredar, konon Pulau Marongan pernah dihuni oleh seorang pertapa sakti mandraguna. Setelah meninggal, ia dimakamkan di pulau tersebut. Soal kebenarannya, Wallahu a’lam.

Percaya gak percaya, yang pasti, sebelum terkena abrasi parah, Pulau Marongan banyak didatangi orang dari berbagai daerah. Umumnya kehadiran mereka untuk mencari tuah pesugihan.
Hal tersebut ditengarai dengan sering dijumpainya bekas sesaji yang tergolek di pusara makam kuno tersebut.

Salah seorang warga Pandean, Kecamatan Rembang, Mbah Men, membenarkan informasi tersebut.

"Dahulu memang banyak yang datang ingin mencari pesugihan. Tidak setiap hari tapi pada hari dengan pasaran tertentu. Sekarang, juga masih ada walaupun hanya satu dua orang saja," tuturnya kepada rembangcyber, Selasa (28/1/2020).

Mbah Men menambahkan, sebagian nelayan mempercayai bahwa Pulau Marongan tersebut ditunggui oleh makhluk halus. Ada yang menyebut berwujud kera putih yang bisa beralih rupa. Namun ada pula yang mengatakan penunggunya berupa seekor ular besar.

"Ya percaya ya tidak. Tapi sebagian besar nelayan mempercayai itu," imbuhnya.

Menurut kabar yang beredar, di tempat wingit tersebut, banyak pantangan yang harus diatati jika tak ingin diganggu sang penunggu. Pantangan tersebut adalah larangan bicara jorok dan kasar, serta  membawa daging ayam.

"Kalau di Marongan jangan ngomong jorok dan kasar, pamali," imbuhnya lagi.

Terlepas dari benar dan tidaknya mitos tersebut, sebagai orang yang beriman hendaknya kita meyakini bahwa tak ada kekuatan yang dapat memulyakan dan membuat kaya seseorang selain Allah SWT.

Yang pasti, dibalik cerita keangkeran nya, Pulau Marongan memiliki keindahan alam yang aduhai. Air laut yang jernih, hamparan pasir putih serta banyaknya terumbu karang, membuat Marongan patut untuk Anda kunjungi.

Sayangnya, Marongan saat ini terkena abrasi parah. Luasannya yang dulu mencapai 6 hektare kini semakin menyempit.

Nah, jika Anda datang ke Marongan dengan maksud baik dan tak berbuat macam-macam, gak usah takut, niscaya tak akan terjadi apa-apa. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
H Supadi, anggota DPRD Rembang dari Partai Kebangkitan Bangsa. (Rom/Rembangcyber)
REMBANGCYBER.net, SUMBER - Bersahaja dan apa adanya, itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan sosok H Supadi, anggota DPRD Rembang periode 2019-2024 dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Lelaki berambut ikal ini merupakan wajah baru di gedung DPRD Rembang. Tak banyak yang kenal dengan sosok ini, lantaran ia sebelumnya banyak menghabiskan masa mudanya di Jakarta.

Ya, sebelum menjadi anggota dewan, H Supadi lebih banyak berkecimpung di dunia jasa konstruksi dan bangunan. Tak tanggung-tanggung, dia menjalani kehidupan di perantauan mulai dari kuli bangunan hingga merangkak menjadi pemborong.

Walhasil, berkat keuletan dan ketelatenannya, ia sukses menjadi bos borong. Dari situ, Supadi banyak menarik anak muda di kampungnya yang masih menganggur untuk bekerja sebagai buruh bangunan. Baginya, berbagi merupakan kebaikan yang harus terus digelorakan.

Kecintaanya pada kampung halaman, membuat lelaki kelahiran 24 Juli 1974 ini memantapkan langkah untuk pulang kampung.

Di kampung, Supadi merintis usaha baru dengan menggeluti sektor pertanian dan peternakan. Dia bertekad ingin menjadi petani yang sukses sehingga dapat menginspirasi orang lain.

"Bertani kalau dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, saya yakin bisa berhasil. Yang penting yakin, serius dan jangan takut gagal," ucapnya, Sabtu (4/1/2020).

Dari sinilah, akhirnya Supadi banyak bersosialisasi dengan berbagai kalangan, hingga akhirnya bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa dan selanjutnya, ia bertekad maju dalam kontestasi Pilleg 2019 silam.

Supadi terpilih sebagai anggota legislatif dari PKB mewakili Daerah Pemilihan Rembang  Tujuh meliputi Kecamatan Kaliori dan Sumber.

Meski pendatang baru, pria yang tinggal di RT 1 RW 3 Desa Tlogotunggal Kecamatan Sumber ini cukup populer. Nyatanya ia berhasil mengantongi dukungan terbanyak dari beberapa caleg PKB di dapilnya. Hal itu disebabkan, sepak terjang Supadi yang terkenal ringan tangan membantu sesama di lingkungan sekitar.

"Kami akan banyak belajar tentunya. Sebagai anggota dewan, tekad kami ingin lebih bermanfaat untuk orang lain," tegas Supadi.

Supadi saat ini tercatat sebagai anggota Badan Kehormatan DPRD Rembang. Ia mengaku ingin fokus dalam upaya memperjuangkan aspirasi warga.

"Tentu saya banyak keterbatasan. Tapi, saya janji akan berusaha memperjuangkan aspirasi masyarakat semaksimal mungkin. Semoga kami dapat mengemban amanat ini,” tegasnya. (Tarom)
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Inframe : Kiai Hamid Pasuruan dan Kiai Ahmad Siddiq Jember/instagram Ulama Nusantar
Di Pasuruan ada seorang kiai yang bernama Kiai Abdul Hamid. Orang-orang biasa memanggilnya Mbah Hamid Pasuruan.


Suatu ketika, ada seorang pengusaha bernama Sukir kepingin sowan ke Mbah Hamid yang dikenal sebagai kiai yang mempunyai kebijaksanaan. Bahkan, dipercaya orang sebagai waliuyullah, kekasih Allah.

Kepada kawan yang berbaik hati ingin mengantarkan Sukir ke Pasuruan, dia bertanya:

“Biasanya kalau sowan Mbah Hamid perlu memberi ‘salam tempel’ apa tidak?”

Kawannya pun menjawab: “Kadang ya, kadang juga tidak.”

Merasa belum puas, sang pengusaha pun kembali bertanya:

“Kalau memberi salam tempel, berapa kira-kira?”

“Saya tidak tahu, karena saya sendiri tidak pernah memberi salam tempel. Malah kiai sendiri yang memberi tamunya sesuatu,” jelas kawannya panjang lebar.

Akhirnya, Sukir memutuskan untuk memberi salam tempel. Hanya saja, dia bingung berapa kira-kira pantasnya. Maka, diambil uang sepuluh ribu, lalu dimasukkan dalam amplop dan ditutup rapat-rapat. Pikirnya, kalau nanti banyak orang, sementara uang yang diberikannya itu kurang, kan tidak ketahuan kalau itu dari saya.

Begitu bertemu kiai kharismatik itu, Sukir bersalaman sambil menyelipkan amplop di tangannya.

Tanpa disangka, Kiai Hamid berkata:
“Sepuluh ribu juga boleh…” kata Kiai Hamid datar-datar saja.

Sukir, sang pengusaha mengeluarkan keringat dingin karena merasa tertebak isi amplopnya.

Sumber: TawaShow di Pesantren oleh Akhmad Fikri AF
Instagram @Ulama Nusantara


Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.

Ummu Salamah, Owner Akar Jawi
REMBANGCYBER.net, PAMOTAN - Kecantikan dan wanita, tak bisa dipisahkan. Untuk tampil cantik, seorang wanita rela merogoh koceknya untuk membeli produk kecantikan yang diyakini mampu membuatnya tampil lebih percaya diri.

Nah, salah satu produk kecantikan asli Rembang yang saat ini tengah jadi buruan adalah produk kosmetik berbahan alami dengan label Akar Jawi.
Tak banyak yang tahu, bahwa produk tradisional khas Rembang Akar Jawi diformulasikan oleh perempuan asal Dusun Jumput, Desa Sidorejo, Kecamatan Pamotan.

Namanya Ummi Salamah. Ia sekaligus sebagai owner produk Akar Jawi.

Ummi Salamah mulai memproduksi Akar Jawi pada 2012. Awalnya, ia memproduksi untuk keperluan sendiri.

Ketika itu ia memiliki masalah dengan kulit wajah yang berjerawat lantaran penggunakan sabun muka berbahan kimia.

"Jerawat saya waktu itu besar-besar. Kemudian saya bikin ramuan sendiri untuk perawatan wajah saya. Hasilnya, jerawat besar-besar itu hilang," katanya.

Ummi tidak membuat ramuan itu secara asal-asalan melainkan dengan bahan pilihan dan takaran yang pas. Pasalanya, Umi pernah belajar meracik bahan alami saat masih kuliah jurusan Farmasi Tradisional Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Bagi Ummi, pembuatan produk Akar Jawi menjadi sarana mempraktikkan hasil belajar sekaligus menjadi solusi mengatasi masalah kulit.
Dalam perkembangannya, produk Akar Jawi yang dihasilkannya juga diminati masyarakat luas sehingga ia memproduksinya lebih banyak untuk dijual.

Saat ini Ummi mengembangkan usahanya di tanah kelahirannya, Jumput, Sidorejo, Pamotan. Sebelumnya, ia merintis di Sewon, Bantul, DIY. Meskipun telah pindah, permintaan Akar Jawi dari DIY cukup tinggi.

Akar Jawi tak hanya dijual di toko, tetapi juga diminati pengusaha salon dan spa.
Produk yang ia sediakan beragam mulai dari masker wajah, lulur, aroma terapi, hingga rempah mandi. Lulur yang disediakan misalnya green tea, lulur putih, sedangkan masker misalnya masker ceker untuk mencegah keriput, dan masker jerawat.

Setiap bulan, Ummi memproduksi sekira 1.000 kemasan dengan harga bervariasi mulai dari Rp6.000 hingga Rp25.000 per kemasan.

"Banyak dari DIY dan Solo. Sekarang juga banyak peminat dari luar Jawa seperti Kalimantan. Mereka beli secara online," terangnya.

Ummi menerangkan, sejauh ini, berdasarkan pengalaman dari pelanggannya, banyak yang cocok dengan produk tersebut. Ia mengedukasi para konsumennya lantaran memakai bahan alami, maka diperlukan proses hingga terlihat hasilnya.

"Tidak ada yang instan. Semua butuh proses," tegasnya.

Ummi mengklaim produknya tidak membawa efek samping lantaran bahan yang digunakan alami.

"Enggak ada efek sampingnya. Kalau enggak cocok ya misal jerawatan ya jerawatnya masih ada. Enggak terus kulitnya jadi hitam atau gimana," tutur Ummi.

Lantaran menggunakan bahan alami, Ummi tak ingin menggunakan kemasan yang tidak ramah lingkungan. Kemasannya pun dilengkapi dengan ziplock sehingga pelanggan tak perlu khawatir produknya tumpah.

Untuk mempromosikan produknya, ia memanfaatkan media sosial seperti facebook dan instagram. Ummi juga kerap mengikuti pameran ataupun bazar agar produknya semakin dikenal masyarakat.

Ummi pun senang jika ada pengunjung yang bertanya mengenai produk tersebut. Di saat itulah ia bisa mengedukasi masyarakat mengenai manfaat bahan alami untuk tubuh. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Dumadiyono SH. (Rom/Rembangcyber)
REMBANGCYBER.net, Kragan - Muda, energik dan kreatif. Itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan sosok Dumadiyono SH, anggota DPRD Rembang periode 2019-2024 dari Partai Hanura.

Lelaki berambut lurus yang biasa dipanggil Mas Yon ini, merupakan wajah baru penghuni gedung parlemen Rembang. Dia terpilih sebagai legislator Hanura dari daerah pemilihan Rembang tiga meliputi Kecamatan Kragan dan Sluke.

Meski anyar, pria yang lahir pada 14 Februari 1984 ini cukup populer di masyarakat. Hal itu disebabkan, sepak terjang Mas Yon yang banyak berkecimpung di kegiatan sosial.

"Sebagai anggota dewan, tentunya kami ingin lebih mengabdi kepada masyarakat. Masalah pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat menjadi isu utama yang ingin kami perjuangkan bersama," ucap Dumadiyono.

Sebagai wujud syukur, usai dilantik sebagai anggota dewan, Bos Mandiri Cell dan juga OM New Mandala ini menggelar pesta hiburan rakyat. Tak tanggung-tanggung, sederet artis beken Jawa Tengah dan Jawa Timur diantaranya Ratna Antika, Elsa Safira, Arlida Putri, Lala Widi, Ary Academy, Nissa Pantura didatangkan untuk menghibur masyarakat di Lapangan Tropoh, Desa Sendangwaru Kecamatan Kragan.

"Ya, ini merupakan tasyakuran sekaligus ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan. Dengan berbaur seperti ini, kami ingin lebih dekat dengan masyarakat," imbuh pria yang tinggal di Jalan Raya Kragan No 62 Desa Kragan RT 06 RW 03 ini.

Suami dari Ibnuatul Awalia ini, sekarang menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Gabungan Demokrat-Hanura. Ia telah membulatkan tekad untuk menjadi penyambung suara rakyat.

Sebagai salah seorang pegiat sosial, Ayah dari Jovan Valent Firmansyah dan Andika Kevin Firmansyah ini ingin fokus dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial. Dia berjanji akan banyak  blusukan untuk menyerap aspirasi warga.

”Jadi yang perlu kami tekankan kehadiran saya duduk sebagai anggota dewan tidak melulu soal bayaran, tetapi kami ingin fokus dalam perbaikan bidang sosial. Semoga kami dapat mengemban amanat ini dengan baik,” tegasnya. (Tarom)
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Gunungan hasil perkebunan diarak dalam acara MoroWoro. (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.NET, KRAGAN - Warga masyarakat Desa Woro Kecamatan Kragan menggelar acara "MoroWoro", Kamis (20/12/2018).

MoroWoro merupakan kegiatan  untuk mengenalkan potensi Desa Woro utamanya hasil perkebunan lokal seperti buah duku dan durian khas Woro kepada masyarakat luas.

Kegiatan MoroWoro dikemas dengan mengarak hasil perkebunan  dari lapangan desa setempat menyusuri area perkebunan duku dan  durian di kaki Gunung Nganten yang memiliki panorama alam yang indah.

Camat Kragan, Prapto Rahardjo mengapresiasi kegiatan MoroWoro yang digagas karangtaruna setempat.

Menurutnya, kegiatan MoroWoro merupakan upaya tepat untuk mengenalkan potensi desa sehingga masyarakat dari luar desa tertarik untuk berkunjung ke Woro.

"Nantinya, kalau potensi desa terangkat, bisa memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat karena akan muncul simpul-simpul ekonomi baru.

Kami berharap kegiatan seperti ini dapat berlangsung setiap tahun, sehingga potensi yang ada dapat menopang pertumbuhan ekonomi warga," ucap Camat Prapto.

Sementara itu, Bupati Rembang, H Abdul Hafidz yang turut serta dalam kegiatan  MoroWoro mengatakan pengelolaan potensi desa kerap terkendala masalah promosi.

Bupati Hafidz mendorong kepada masyarakat utamanya para pemuda agar giat mempromosikan potensi Woro.

"Setelah dipromosikan, kemudian dikelola dengan baik, sehingga kelak Woro mampu menjadi desa mandiri," ucap Hafidz.

MoroWoro juga dimeriahkan dengan pameran produk unggulan UMKM, seni pencak dor, lomba bisnis remaja, tanam pohon serta lomba ngevlog. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Bupati Rembang, H Abdul Hafidz menyerahkan hadiah Honda Beat kepada Saadi. (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.NET, SULANG - Kalau sudah rejeki, tak akan kemana. Pepatah itu benar dirasakan Saadi, warga Desa Sulang Kecamatan Sulang.

Apa sebabnya? Saadi tak menyangka, dirinya mendapat "durian runtuh" berupa sepeda motor Beat saat mengikuti sepeda sehat memperingati Hari Perkebunan ke 61 di Kabupaten Rembang, Sabtu (8/11/2018).

Saadi yang bekerja sebagai petugas inseminator di Dinas Peternakan Rembang ini, mendapatkan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Honda  Beat setelah nomor kupon yang dikantonginya sama dengan nomor kupon hadiah utama yang diambil oleh Bupati Rembang, H Abdul Hafidz.

Saat ditanya Bupati Hafidz, ia mengaku senang dan tak memiliki firasat apapun sebelumnya.

"Wah senang Pak. Tak mimpi apa-apa. Mungkin sudah rejeki saya ini Pak," ucap Saadi.

Sebagai wujud apresiasi atas keikutsertaan Saadi di acara Hari Perkebunan, Saadi mendapat penghormatan diboncengkan Bupati Hafidz keliling Halaman Kantor Kecamatan Sulang menggunakan Honda Beat yang baru didapatkannya.

Sepeda Sehat dengan start di Pendapa Museum RA Kartini dan finish di Halaman Kantor Kecamatan Sulang ini, diikuti ratusan orang. Panitia menyediakan berbagai hadiah menarik  seperti sepeda gunnung, televisi dan puluhan hadiah lainnya. (Rom)
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.

REMBANGCYBER.NET - Ada yang berbeda pada Google  Doodle edisi hari Sabtu (1/12/2018). Kali ini, laman utama mesin pencarian Google menampilkan ilustrasi sesosok wanita asal Indonesia bernama Maria Walanda Maramis. Siapa dia?

Dikutip dari blog Google, Maria Walanda Maramis ternyata adalah sosok pahlawan nasional dari Indonesia, tepatnya dari Sulawesi Utara.

Maria sendiri memiliki nama lahir Maria Josephine Catherine Maramis. Ia lahir di Kema, Sulawesi Utara, 1 Desember 1872. Ia meninggal dunia di Maumbi, Sulawesi Uttara, 22 April 1924 pada usia 51 tahun.

Adapun Maria Walanda Maramis terpilh menjadi pahlawan nasional karena perjuangannya membawa keadaan wanita Indonesia pada awal abad ke-20.

Di Sulawesi Utara sendiri, setiap 1 Desember masyarakat Minahasa memperingati Hari Ibu Maria Walanda Maramis yang dinilai sebagai sang pendobrak adat, pejuang kemajuan dan emansipasi wanita di ranah politik dan pendidikan.

Dalam terbitan "Nederlandsche Zendeling Genootschap” pada 1981, Nicholas Graafland pernah berkata kalau Maria Walanda Maramis dinobatkan sebagai salah satu wanita teladan Minahasa yang berbakat dan mampu mengolah daya pikirnya.

Maria Walanda Maramis juga dianggap memiliki sifat yang terbuka dengan segala jenis pengetahuan, sehingga lebih maju ketimbang kaum lelaki.

Dalam rangka mengenang perjuangannya, Maria Walanda Maramis pun dibuatkan patung yang lokasinya ada di Kelurahan Komo Luar, Wenang, dalam jarak sekitar 15 menit dari Kota Manado.

Maria Walanda Maramis mendidik perempuan Minahasa. (Liputan6.com/Yoseph Ikanubun)

Atas kerja keras yang konsisten dan jasa-jasanya itu, Maria dianugerahi gelar pahlawan nasional melalui Surat Keputusan Presiden RI Nomor 12/K/1969 tanggal 20 Mei 1969.

Dalam surat yang ditandatangani Presiden Soeharto itu, Maria bersama dua tokoh lainnya yakni Arie F Lasut dan Christina Martha Tiahahu dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Meski menyandang gelar pahlawan nasional atas kiprahnya, Maria nyaris dilupakan dan hilang dari sejarah. Sejarawan dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Ivan RB Kaunang ikut mempertanyakan minimya apresiasi dan penghargaan terhadap seorang Maria.

"Apakah mungkin pemerintah kurang mensosialisasikan tokoh-tokoh, pahlawan dari daerah ini? Ataukah pendidikan kewarganegaraan kita di berbagai jenjang pendidikan yang belum banyak menyentuh penghargaan terhadap pahlawan nasional kita," papar Ivan.

Sumber: Liputan6.com

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Stephen Hillenburg (Reuters)

REMBANGCYBER - Kreator SpongeBob SquarePants, Stephen Hillenburg  meninggal dunia pada hari Senin waktu setempat. Hal tersebut diungkapkan oleh jaringan televisi Nicklelodeon.

Pria yang membawa kartun dunia bawah laut ke televisi, film dan panggung pertunjukan ini, tahun lalu mengatakan jika dirinya menderita penyakit neurodegeneratif ALS atau yang dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig.

"Kami sangat sedih dengan berita bahwa Steve Hillenburg telah meninggal dunia setelah pertempuran melawan ALS," tulis penyataan Nickleloden dilansir Reuters, Rabu.

"Dia adalah seorang teman yang sangat dicintai dan partner lama kami di Nickelodeon, dan hati kami pergi ke seluruh keluarganya."

Stephen Hillenburg adalah seorang guru biologi kelautan di Southern California saat ia mulai menciptakan makhluk laut sebagai alat pengajaran.

Dalam episode pertama "SpongeBob SquarePants", Stephen menampilkan spons laut kuning yang ceria, yang tinggal di dalam nanas di bawah laut bersama teman-temannya Mr. Krabs, Larry the Lobster, Patrick, dan tak ketinggalan restoran Krusty Krab.

"SpongeBob SquarePants" pertama kali tayang di televisi Amerika Serikat pada Mei 1999. Serial ini terus memenangkan beberapa penghargaan, menghasilkan serangkaian buku spin-off, dua film Hollywood dan musikal Broadway.

Serial televisinya sendiri telah ditayangkan di lebih dari 200 negara dan telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 60 bahasa.

"Steve memberikan SpongeBob SquarePants dengan rasa humor dan kepolosan yang unik yang telah membawa sukacita bagi generasi anak-anak dan keluarga di mana-mana," ujar pernyataan Nickelodeon.

"Karakternya yang benar-benar asli dan dunia Bikini Bottom akan lama berdiri sebagai pengingat nilai optimisme, persahabatan, dan kekuatan imajinasi tanpa batas," lanjut pernyataan tersebut.

Sumber: Antara