Kategori Bertita: "Pendidikan"
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.


REMBANGCYBER.NET, KOTA - 30 siswa penghuni asrama SMA Santai Maria Rembang, Jawa Tengah diungsikan ke Ruang Pastoran Gereja Katolik Santro Petrus dan Paulus menyusul tergenangnya asrama dan lingkungan sekolahan tersebut akibat hujan lebat yang terjadi pada Minggu (29/11/2020) sore hingga malam. 


Kepala Sekolah SMA Santa Maria Rembang, Yohanes Sumardi mengatakan, para siswa di ungsikan sementara karena asrama dan lingkungan sekolah yang berada di Jalan Pemuda Rembang tersebut terendam air banjir dan tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya. 


"Banjir menggenangi asrama siswa dan semua ruang kelas hingga halaman utama sekolahan tersebut. Ketinggian genangan air mencapai betis orang dewasa atau sekitar 30 centimeter," ucapnya. 


Sumardi menambahkan para siswa terpaksa diungsikan sementara karena kondisinya tidak memungkinkan untuk mereka temlati. 


"Para siswa yang menempati asrama tersebut mayoritas dari luar Jawa yakni Kalimantan Barat yang saat ini duduk di kelas 11 dan 12," imbuhnya.



Dikatakan Sumardi, baru kali ini sekolahnya mengalamai banjir parah. Penyebabnya karena ketinggian tanah di sekolah tersebut lebih rendah dibanding jalan dan tanah sekitar. 


Hujan lebat yang terjadi pada Minggu sore hingga malam di Kabupaten Rembang juga mengakibatkan banjir di beberapa wilayah di Rembang. Banjir terparah terjadi di Desa Mondoteko dan Tireman Kecamatan Rembang. Akibatnya, ratusan warga diungsikan ke tempat yang lebih aman. 


Saat ini, banjir telah surut dan warga sudah kembali ke rumah masing-masing. Rom

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.


REMBANGCYBER.NET, KOTA - Guru Tidak Tetap (GTT) Kabupaten Rembang akan mendapat jaminan sosial ketenagakerjaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan). 


Penjabat sementara (Pjs) Bupati Rembang Imam Maskur mengatakan program jaminan sosial ketenagakerjaan dimaksudkan untuk memberikan perlindungan kepada para GTT, karena bagaimanapun juga GTT memiliki tugas mulia sebagai pengajar meski dalam status tidak tetap.


"Jika dihitung, biaya jaminan sosial ketenagakerjaan sebesar Rp9.400 per bulan dirasanya masih cukup terjangkau," ucap Imam Maskur saat perayaan HUT PGRI ke-75 dan Hari Guru Nasional di Gedung PGRI Rembang, Jumat (27/11/2020) 


Meski terhitung murah, Imam Maskur meminta kepada para Kepala Sekolah agar tidak membayar jaminan sosial ketenagakerjaan dengan cara memotong honor para GTT.


Dilihat dari manfaatnya, jaminan sosial ketenagakerjaan jelas lebih membantu. Ketimbang hanya memberikan bantuan dari dana iuran guru misal ada GTT yang mengalami musibah. Dirinya menyebutkan jumlah GTT di Kabupaten Rembang saat ini mencapai ribuan.


“Jadi saya mohon kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, GTT yang ada di Kabupaten Rembang tolong semuanya dilindungi, diproteksi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Bayarnya murah Rp9.400, insya allah mampu. Kalau bisa jangan dipotong melalui honornya, GTT honornya sedikit masak mau dipotong lagi. Jadi saya mohon tolong untuk para Kepala Sekolah agar para GTT dibantu. Itung-itung untuk sedekah bagi para GTT," imbuhnya. 


Heni Asriah salah satu GTT di sekolah yang ada di Pancur mendukung usulan Pjs Bupati Imam Maskur. Menurutnya itu sangat membantu GTT. 


"Menurut saya ya kalau itu bisa terealisasi alhamdulillah. Itu sangat membantu para GTT kita semua, karena gajinya GTT yang tak seberapa ibaratnya ya, " ungkapnya.


Sebelumnya, sebanyak 9003 guru ustazd dan ustazah telah mendapat jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJS. Pada setoran awalnya ditanggung oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Rembang sebesar Rp84 juta. (Rom) 

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.


REMBANGCYBER.NET, KOTA - Satgas Wisata Pantai Karangjahe bersama peserta KKN dari UIN Walisongo Semarang berkolaborasi dengan FKKPI, DLH, LMDH, KODIM, serta DANDIM melakukan penghijauan di Pantai Karangjahe.


Tim tersebut melakukan aksi penanaman pohon kelapa dan cemara di sepanjang bibir pantai. Aksi dilakukan bertujuan untuk menghindari abrasi yang akhir-akhir ini sering terjadi. Terlebih untuk pantai wisata, tentunya abrasi jangan sampai terjadi karena akan membuat lingkungan sekitar pantai menjadi rusak dan menghilangkan daya tarik wisatawan yang berkunjung.


"Kegiatan penanaman sangat bagus. Selain untuk mencegah abrasi, cemara kan cantik jika sudah besar nantinya bisa jadi daya tarik untuk wisatawan,” ucap Serda Agus Cahyono, Babinsa Koramil 14 Sarang, Kabupaten Rembang. 


Tim aksi pencegahan abrasi pantai melakukan penanaman dengan antusiasme tinggi. Mengingat manfaat yang begitu besar yang akan didapatkan, tim aksi menanam sekitar 250 bibit pohon dengan sukacita dan penuh keseruan. Jika bisa, tim aksi ingin terus mengagendakan acara yang sangat bermanfaat ini.


“Harapannya, penanaman pohon semacam ini semakin digalakkan lagi," tambah Serda Agus Cahyono.


Disamping penanaman pohon, tim aksi khususnya peserta KKN UIN Semarang juga melakukan aksi bersih pantai yang didampingi secara langsung oleh Satgas Wisata Pantai Karangjahe. Tim aksi memungut sampah-sampah yang tampak di sepanjang pantai menggunakan Tossa atau motor angkut beroda tiga.


Aksi penanaman bibit pohon sekaligus bersih pantai berlangsung hingga kurang lebih dua jam.


“Acara tadi sangat seru, kakak-kakak KKN UIN semangat sekali. Pokoknya terimakasih banyak. Pantainya jadi bersih," ucap Hadi Cahyono, Ketua Karang Taruna Catur Eka Bhakti Desa Punjulharjo. -ANs

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.


REMBANGCYBER.NET, KOTA - Pondok Pesantren Al Hidayat Lasem ramai-ramai didatangi oleh kelompok peserta KKN dari UIN Walisongo Semarang, Kamis, 5 November 2020. Mereka mengadakan seminar online atau webinar bersama KH. Sholahuddin Fatawi atau yang lebih akrab disapa Gus Uddin.


Webinar diselenggarakan secara online melalui aplikasi zoom dengan latar tempat di “ndalem” Gus Uddin sendiri. Dengan tema “Kilas Balik Moderasi Beragama; Lasem Sebagai Lintasan Sejarah Toleransi Nusantara”.


Webinar ini diisi langsung oleh Gus Uddin yang mana sudah berkompeten pada materi tersebut.


Dalam inti materinya, Gus Uddin memaparkan bahwa; Jika kita ingin beragama dengan utuh kita harus moderat yakni dengan mengkombinasikan teks dan nalar.


Selain itu, tentunya banyak sekali hikmah yang dapat dipetik oleh pemaparan beliau.


Abdullah Sulkhan, salah satu anggota kelompok KKN mengungkapkan, Gus Uddin merupakan sosok yang tepat untuk memaparkan materi itu. 


"Kiprah beliau sebagai ketua PCNU Lasem sebenernya sudah keliatan. Pastinya ngerti banget perihal toleransi antarumat beragama, Islam moderat, dan lain-lainnya,” ucapnya. 


Acara webinar berlangsung sekitar satu setengah jam terasa sangat singkat karena penjelasan Gus Uddin yang sangat mengasyikkan.


Gus Udin mampu mengemas suasana menjadi seru dan menyenangkan walaupun hanya melalui layar laptop dan audiens secara langsung hanya berjumlah 15 anak.


“Meski online, partisipan yang ikut zoom lumayan banyak kok. Ya karena temanya menarik, ya. Yaitu mengangkat kehidupan toleransi beragama di Lasem. Apalagi Gus Uddin seru gitu bawainnya,” terang Naili Khoirunni’mah, Ketua panitia acara webinar tersebut.


Di akhir pertemuan, Gus Uddin tak lupa juga memberi dorongan semangat serta doa untuk para peserta KKN. Gus Uddin mengharapkan agar tetap saling menjaga kekompakan dan tali silaturrahim sampai kapanpun. -ANs

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.


REMBANGCYBER.NET, KOTA - Masyarakat desa wisata Punjulharjo menggelar pertunjukan musik thong-thong klek bersama peserta KKN dari UIN Walisongo Semarang, Sabtu, 31 Oktober 2020.


Acara ini bertujuan memberi kesempatan kepada anak-anak desa setempat untuk mengekspresikan rasa percaya diri membawakan pertunjukan thong-thong klek yang merupakan kesenian khas Kabupaten Rembang. 


Awal mula pembentukan grup thong-thong klek ini karena salah satu program kerja peserta KKN di Desa Punjulharjo yang ingin mengangkat kesenian daerah Kabupaten Rembang di desa setempat. Kabar baiknya, pihak pengurus desa serta pemuda karang taruna sangat mengapresiasi dan bersedia membantu seluruh kebutuhan untuk program kerja tersebut.


“Peserta KKN dibantu beberapa pemuda karang taruna bikin dan merangkai alat-alat thong-thong klek sendiri. Kami benar-benar bikinnya dari bahan bekas, kaya ember, galon. Bambu juga nebang sendiri. Nggak ada yang nggak tradisional, supaya khasnya tetap terasa," ungkap Naily Fadhilatun Ni’mah, penanggungjawab program kerja tersebut.


Pertunjukan tersebut digelar di pantai Karangjahe yang merupakan ikon Desa Punjulharjo. Banyaknya wisatawan diharapkan dapat membuat pemain lebih bersemangat. Selain pertunjukan thong-thong klek, pemuda karang taruna juga menyajikan musik akustik untuk sekadar selingan. Namun, karena masih masa pandemi, penonton terus dihimbau untuk tidak berdesakan, tetap berjarak dan memakai masker. Jadi, pertunjukan tetap terkondisikan meskipun penonton sangat ramai.


“Kami main sangat enjoy meski baru pertamakali. Dan sepertinya akan terus kami lanjutkan, latihan tanpa kakak-kakak KKN, karena kami niatkan untuk melestarikan kesenian khas kabupaten. Ya hitung-hitung grup thong-thong-klek ini sebagai kenang-kenangan dari kakak-kakak KKN,” ucap M Bagas Pramudita, salah satu pemain thong-thong-klek. 


Antusiasme yang ditunjukan oleh para pemain thong-thong klek sangat berarti besar bagi para peserta KKN.


”Mereka benar-benar luar biasa, latihan dua kali setiap minggu, malem-malem di pantai, semangat banget. Saya salut sama semangat mereka," tambah Siti Zaroah, salah satu peserta KKN UIN Walisongo Semarang.


Harapan para peserta KKN untuk kesenian khas Kabupaten Rembang ini agar terus lestari sehingga dapat dinikmati dan dipelajari oleh anak cucu kelak. Walaupun tidak dengan pendampingan para peserta KKN lagi, anak-anak desa dan juga pemuda karang taruna diharapkan terus bersemangat dalam berlatih. -ANs 

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.


REMBANGCYBER.NET, SUMBER - 
SMAN 1 Sumber dipilih Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah menjadi sekolah percontohan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 3 Jawa Tengah  meliputi Kabupaten Rembang, Pati dan Kudus.

Simulasi PTM disaksikan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Selasa (13/10/2020).

Simulasi dilakukan mulai siswa masuk ke lingkungan sekolah sampai dengan jam pelajaran selesai dan meninggalkan sekolah. Dari semua tahapan siswa wajib mematuhi penerapan protokol kesehatan dengan mencuci tangan, cek suhu tubuh, memakai masker dan menjaga jarak.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang Imam Maskur memberikan sejumlah masukan saat simulasi.

Masukan tersebut diantaranya tidak diperbolehkannya siswa naik kendaraan umum. Jika orang tua siswa tidak bisa mengantar sekolah, siswa boleh pembelajaran jarak jauh.

"Tadi SOP nya ada kendaraan umum boleh, harus menjaga jarak. Apa bisa menjamin dari sekolah bahwa kendaraan umum sudah disemprot disinfektan, kemudian apakah menjamin bisa jaga jarak. Ini saya mohon yang pakai kendaraan umum pembelajaran jarak jauh saja, ini penting karena kalau ada permasalahan di sekolah saya tutup dulu. Takutnya nanti efeknya kemana-mana jangan sampai ada klaster sekolah," tuturnya.

Maskur menambahkan untuk menghindari klaster sekolah, bagi guru dan karyawan yang mempunyai penyakit bawaan seperti tensi tinggi, diabetes dan penyakit jantung atau lainnya, supaya di rumah saja. Sehingga jam kerja guru yang libur, digantikan oleh guru pengampu lain yang berlatar belakang mata pelajaran yang sama. 

Menanggapi hal itu, Kepala SMA Negeri 1 Sumber, Hedi Wibowo menyatakan semua masukan dari Forkopimda akan menjadi bahan perbaikan. Terkait penggunaan kendaraan umum pihaknya sejalan dengan usulan Pjs Bupati, Imam Maskur.

Menurutnya hal itu sudah dihapus saat penyampaian SOP di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 3 beberapa waktu lalu.

"Masukan - masukan tadi akan kami laksanakan, nanti kami himbau siswa tidak naik kendaraan umum. Alhamdulillah di Sumber ini, tidak ada kendaraan umum. Angkutan umum juga tidak ada. Jadi, mau tidak mau ya diantar atau bawa kendaraan sendiri," imbuhnya.

Ia menyebutkan untuk menerapkan protokol kesehatan, pihaknya menerjunkan 5 orang dari Satuan Petugas Pemantau Ketertiban Sekolah yang memantau pelaksanaan pembelajaran dan protokol kesehatan. Harapannya pelanggaran protokol kesehatan dapat diminimalisir. (Rom)


Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.


REMBANGCYBER.NET, KOTA - Desa Punjulharjo yang berada di Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang, merupakan desa wisata yang cukup terkenal di Kabupaten Rembang dan Jawa Tengah.

Di Punjulharjo, terdapat situs sejarah Perahu Kuno yang populer serta Pantai Karangjahe yang menjadi ikon utama destinasi bahari di Kabupaten Rembang.

Banyaknya wisatawan yang mengunjungi Desa Punjulharjo untuk berwisata pantai maupun ke situs sejarah Perahu Kuno.

Peserta KKN Reguler Dari Rumah UIN Walisongo Semarang berinisiatif membuat kelas pelatihan Bahasa Internasional untuk para siswa kelas 8 SMP.

Pelatihan Bahasa Internasional ini bertujuan untuk mengembangkan kebahasaan generasi muda Desa Punjulharjo supaya lebih mudah berinteraksi dengan wisatawan luar yang tidak terbiasa berbahasa Indonesia ataupun bahasa daerah Desa Punjulharjo -Bahasa Jawa-.

Pelatihan bahasa ini mendapat sambutan baik serta dukungan oleh pemerintah desa setempat, dikolaborasikan dengan siswa-siswi MTs Umar Fattah, Punjulharjo.

“Berhubung KBM di sekolah menggunakan sistem daring, jadi kami fokuskan pada anak-anak Desa Punjulharjo sehingga dapat melakukan tatap muka. Hal ini berbanding lurus dengan tujuan pengembangan kemampuan Bahasa Internasional mereka, generasi muda desa wisata.” tutur M. Dhiyaul Haq, koordinator KKN RDR kelompok 8 yang ada di Desa Punjulharjo.

Kegiatan ini dimentori oleh peserta KKN sendiri yang memiliki latarbelakang pendidikan jurusan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.

M. Abid Mustofa, salah satu mentor pelatihan berharap, siswa dapat enjoy dengan pelatihan yang diselenggarakan oleh kelompok KKN.

"Hitung-hitung untuk mengobati kerinduan bersekolah luring, tetapi kami tetap mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

Untuk kelangsungan kegiatan pelatihan ini, para peserta KKN menjelaskan bahwa akan ada sekitar lima pertemuan di tiap minggunya. Pelatihan tersebut mengangkat dua Bahasa Internasional yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.

Di pertemuan pertama, siswa-siswi Desa Punjulharjo terlihat sangat antusias dan semangat untuk melaksanakan kegiatan pelatihan tersebut, meskipun mereka diharuskan memakai masker di dalam ruangan serta tidak saling bersalaman.

Hal itu tidak menjadi halangan bagi siswa-siswi apalagi mengurangi keakraban antara siswa dengan mentor. Kolaborasi mentor muda dengan siswa yang sangat luar biasa. (ANs)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.


REMBANGCYBER.NET, KOTA - Kelompok peserta KKN Reguler Dari Rumah UIN Walisongo Semarang bersilaturahim dengan Penjabat sementara Bupati Rembang, H Imam Maskur di Kantor Bupati Rembang, Jumat  (9/10/2020).

Imam Maskur menyambut hangat kedatangan peserta KKN. Ia pun memberi masukan, saran terkait program kerja yang telah dipaparkan oleh setiap perwakilan kelompok.

Peserta KKN didampingi LP2M UIN Walisongo, Hamdan Hadi Kusuma berdiskusi santai dengan Imam Maskur yang juga merupakan alumni UIN Walisongo (IAIN) angkatan 1988.

Imam menuturkan bahwa potensi SDA di Kabupaten Rembang sangat besar dan sayang sekali jika tidak dikelola dengan baik.

"Kami berharap peserta KKN dapat membantu pemberdayaan masyarakat sehingga dapat meningkatkan SDM sampai pada desa-desa kecil," ucapnya.

Imam menambahkan, dengan peran serta para mahasiswa yang KKN di Rembang, kekhasan Rembang seperti kopi lelet dan batik khas Kecamatan Lasem dapat mendunia.

Selain itu, Imam juga berharap peserta KKN menyelaraskan program kerja KKN dengan rencana pembangunan pemerintah kabupaten, seperti pembangunan PAUD di desa yang belum ada, bahkan ia mengutus langsung untuk menggunakan nama Walisongo pada PAUD yang akan dibangun sebagai kenang-kenangan peserta KKN di desa tersebut.

Disamping bidang pendidikan, Imam juga mengusulkan kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk mengangkat tema kebudayaan di Rembang.

"Ini nanti akan sangat bermanfaat untuk regenerasi budaya warisan asli Kabupaten Rembang," tegasnya.

Saat diskusi, Imam yang merupakan alumni mahasiswa Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo tampak humble dan sederhana dengan sesekali menyelipkan lelucon untuk mencairkan suasana.

"Selamat ber-KKN. Tetap semangat dan semoga semuanya berjalan lancar," pungkasnya. (ANs) 

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.

REMBANGCYBER.NET, KOTA - Merespon keluhan masyarakat terkait pembelajaran daring, Bupati Rembang H Abdul Hafidz menginstruksikan Dinas Pendidikan setempat segera memberlakukan pembelajaran tatap muka.

Bupati Hafidz mengaku selama ini pihaknya banyak menerima keluhan dari orang tua terkait pembelajaran jarak jauh.

"Keluhan tersebut diantaranya, masalah bertambahnya beban biaya yang harus ditanggung orang tua karena harus membeli paket data internet bagi anaknya, tersitanya waktu bekerja orangtua untuk mendampingi anak belajar hingga kebosanan yang mulai dirasakan anak-anak saat menjalani pembelajaran online," ucapnya saat saat menghadiri Konferensi PGRI Kabupaten Rembang masa bakti XXII tahun 2020-2025, Sabtu (23/8/2020).

Dari banyaknya keluhan tersebut, imbuh Hafidz, muncul banyak masukan dan usulan dari berbagai pihak agar sekolah segera kembali dibuka.

"Di Kabupaten Rembang saat ini telah dilakukan adaptasi kebiasaan baru seperti dibukanya kembali aktivitas perekonomian, sosial, dan seni budaya. Sudah saatnya dunia pendidikan juga diberlakukan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan ketat," imbuhnya.

Bupati menyampaikan pembelajaran tatap muka segera dibuka kembali terlebih kebijakan pemerintah pusat yang membolehkan kabupaten/kota yang masuk kategori zona kuning untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

"Saya telah mengintruksikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga untuk menyiapkan segala sesuatunya terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka," tegasnya.

Lebih lanjut Bupati Hafidz mengingatkan pembelajaran tatap muka harus dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat sehingga keselamatan siswa dapat benar-benar terjaga. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.

REMBANGCYBER, KOTA - Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Rembang menggelar kegiatan bakti sosial dengan memberikan santunan bagi warga tidak mampu, pembagian sembako dan maknanan, Jumat (14/8/2020).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-59.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Rembang, Bayu Andriyanto mengatakan semua anggota Gerakan Pramuka harus semakin peduli dengan permasalahan sosial di lingkungan sekitar sehingga dapat meringankan beban sesama.

"Pandemi Covid-19 memberatkan banyak sektor, termasuk sendi-sendi ekonomi, sosial dan budaya. Gerakan Pramuka harus menjadi pelopor berada di barisan terdepan untuk semakin lebih peduli kepada sesama," ucapnya.

Bayu juga mengajak semua anggota gerakan Pramuka Kwarcab Rembang untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan dan jangan sampai terkotak-kotak.

"Keluarga Kwarcab Rembang harus utuh menjadi nadi-nadi gerakan pandu," pungkasnya. (Aba)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Bupati Rembang H Abdul Hafidz. (Rom/Rembangcyber)
REMBANGCYBER.net, KOTA - Bupati Rembang akhirnya meliburkan sekolah selama dua pekan setelah sebelumnya sempat mengatakan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayah Kabupaten Rembang masih akan tetap berlangsung  besok (Senin).

Kegiatan belajar mengajar siswa dilakukan di rumah masing-masing.

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk pencegahan virus Corona di Kabupaten Rembang.
Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pronowo telah resmi diterima Pemkab Rembang pukul 14. 56 WIB.

Selanjutnya Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengintruksikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang, Mardi untuk menindaklanjutinya ke semua satuan pendidikan di lingkungan Dindikpora.

Mulai 16 hinggai 29 Maret ke depan siswa melaksanakan pembelajaran di rumah masing- masing.

Bupati Rembang H Abdul Hafidz melalui Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah Arief Dwi Sulistya mengatakan Senin besok peserta didik PAUD , TK, SD, SMP termasuk SMA sederajat mulai melaksanakan proses pembelajaran di rumah masing- masing.

"Menindaklanjuti surat edaran Gubernur Jawa Tengah nomor 420/0005956 maka Bapak Bupati sore tadi memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan untuk meliburkan sekolah mulai dari PAUD sampai dengan SMP sederajat seperti pada SMA sederajat dan SLB. Proses pembelajaran peserta didik di satuan pendidikan yang menjadi kewenangan Pemkab termasuk yang menjadi kewenangan Kemenag bisa dilakukan dengan cara jarak jauh atau online seperti pada satuan pendidikan menengah dan khusus yang mana menjadi kewenangan pemprov mulai 16 sampai 29 maret mendatang, " ujarnya.

Terkait teknis pembelajaran akan dibahas lebih lanjut dalam rapat Senin (16/3/2030). (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.

REMBANGCYBER.net, KOTA - Bupati Rembang, H Abdul Hafidz memeberikan bonus hadiah kepada para siswa yang berhasil menyabet gelar juara dalam lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) SMP tingkat Jawa Tengah 2019, masing-masing Rp1,5 juta.

Bonus tersebut diberikan baik yang juara 1 sampai juara harapan 3.

Hal itu disampaikan Bupati Rembang H Abdul Hafidz saat menerima kedatangan para juara MAPSI SMP Jateng, pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam ( SMP ) Kabupaten Rembang dan pengurus MGMP Jawa Tengah di Ruang Pertemuan Bupati, Kamis (5/3/2020).

Ada sembilan jenis lomba yang sukses menyumbang piala sehingga membawa Kabupaten Rembang menjadi juara umum MAPSI SMP tingkat Jawa Tengah untuk pertama kalinya.
Kontingen Rembang berhasil meraih juara 1 lomba pidato putra dan putri, tilawah putra dan putri, dan juara 1 tartil putri.

Selebihnya, harapan 2 lomba tahfidz putra dan juara harapan 3 masing- masing di jenis lomba tartil putra, kaligrafi putra dan rebana.
Bupati Jafidz mengatakan, bonus tersebut sebagai motivasi mereka agar terus berprestasi dan berusaha mempertahankan juara umum di 2020 ini yang akan dilaksanakan di Kabupaten Batang. Prestasi ini melengkapi keberhasilan Rembang yang sukses sebagai tuan rumah.

"Kita kasih bonus Rp1,5 juta masing-masing anak. Meskipun nilainya tak seberapa, tapi ini menjadi motivasi bukan menjadi tujuan. Ini bentuk perhatian Pemkab terhadap anak- anak," ucap Hafidz.

Bupati berpesan agar para juara Lomba MAPSI SMP ini tidak berhenti mengasah kemampuan di bidang agama, karena ada lomba- lomba serupa di tingkat SMA yang berskala nasional. Hadiah yang dijanjikan jika berprestasi di tingkat nasional adalah uang Rp20 juta dan jika juara di tingkat ASEAN sebesar Rp50 juta.

Sementara itu Ketua MGMP PAI SMP Kabupaten Rembang H Munawar menuturkan kedatangan mereka untuk menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Rembang yang telah berupaya semaksimal mungkin dalam penyelenggaraan MAPSI SMP tingkat Jawa Tengah.

"Ini menjadi silaturahmi para siswa yang berhasil menjadi juara kepada Pak Bupati. Alhamdulillah dapat bonus," ucapnya. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Pergelaran Tari Kreasi Nusantara di Aula SMA N I Sulang. (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.net, SULANG - SMA Negeri I Sulang, Kabupaten Rembang menggelar Pergelaran Tari bertema Pelestarian Tari Kreasi Nusantara melalui Gertaks (Gerakan Eksplorasi Tari Kreasi Nusantara) di aula sekolahan setempat, Senin-Selasa (2-3/3/2020).

Gertaks sendiri merupakan gerakan kreativitas tari yang dilakukan siswa-siswi SMA Negeri I Sulang sebagai upaya untuk menumbuhkan kecintaan pada budaya bangsa utamanya seni tari.

Kegiatan ini diikuti 397 siswa kelas X dan XI IPA, IPS.

Uniknya, selain menampilkan berbagai tarian nusantara yang sudah populer seperti Jathilan, Jaranan, dan tarian daerah lainnya, para siswa  juga menampilkan tarian karya sendiri yang berjudul Tari Kiprah Legen yang diciptakan oleh guru pembimbing, Dewi Untari.

Menurut Dewi Untari, Tari Kiprah Legen merupakan muatan budaya lokal yang bercerita tentang seorang anak yang membantu orang tuanya menderes legen atau nira.

"Di Kecamatan Sulang kan merupakan daerah penghasil legen. Jadi kami angkat tema itu dalam bentuk tarian," ucap Dewi Untari.

Guru Seni Budaya, Dewi Untari pose bersama dengan anak didik. (Rom/Rembangcyber) 
Dewi menambahkan, melalui tari Kiprah Legen, pesan yang ingin disampaikan adalah inspirasi keteladanan dan pendidikan karakter tentang kepedulian membantu pekerjaan orang tua.

"Banyak pesan di dalamnya seperti kebersamaan, kesabaran dan ketelitian serta kerjasama yang merupakan kunci kesuksesan.

Ini yang ingin kami tanamkan kepada siswa,"  imbuhnya.

Lebih lanjut, Dewi Untari yang merupakan Guru Seni Budaya mengatakan, pergelaran tari yang dilaksanakan merupakan bagian tugas akhir dari rangkaian kegiatan pembelajaran yang wajib diikuti siswa.

"Ini untuk menjadi bahan valuasi sejauh mana telah tercapainya standar kompetensi yang dicapai peserta didik dalam melakukan keterampilan tertentu, sekaligus untuk memupuk kecintaan pada budaya bangsa utamanya seni tari," tegasnya.

Kepala SMA Negeri I Sulang, Endang Sri Lestari  sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya untuk mengembangkan potensi siswa.

"Kegiatan pergelaran tari ini sangat baik untuk mengembangkan kreativitas siswa. Dengan  kegiatan ini, semoga kreativitas anak anak bisa tersalurkan sehingga mampu menciptakan peserta didik yang berkarakter dan lebih mencintai budaya sendiri," ucapnya.

Salah seorang siswa kelas XI IPS, Muhamad Rio mengaku sangat senang dengan pergelaran tari oleh sekolah.

"Dengan ini, kami sebagai generasi muda bisa melestarikan budaya Idonesia dalam bidang seni tari. Setidaknya bisa lebih mencintai budaya lokal di tengah derasnya gempuran budaya asing," ucap Rio.

Komitmen sekolah yang rutin melaksanakan Pergelaran Tari membuat SMA Negri I Sulang banyak  menyabet gelar  juara dalam berbagai perlombaan tari baik tingkat kabupaten maupun provinsi.

Terakhir, SMA N 1 Sulang meraih juara I lomba tari yang diselenggarakan Korem 073/ Makutarama Salatiga pada September 2019. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Bupati Rembang, H Abdul Hafidz memberikan tumpeng kepada Ketua PWI Rembang, Musyafa sebagai ucapan Hari Pers Nasional 2020. (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.net, PANCUR - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang menggelar kegiatan Bakti PWI untuk Negeri di SD Negeri Ngroto, Kecamatan Pancur, Selasa (25/2/2020).

Bakti PWI diwujudkan dengan memberikan bantuan bola dan peralatan olahraga, buku bacaan serta penanaman pohon penghijauan.

Ketua PWI Kabupaten Rembang, Musyafa mengatakan kegiatan Bakti PWI merupakan rangkaian kegiatan  peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-74 yang diselenggarakan PWI Rembang dengan mengunjungi sekolah-sekolah di daerah pelosok yang selama ini kurang mendapat perhatian dari pihak terkait.

"Kami sengaja memilih SD yang letaknya jauh dari pusat pemerintahan agar masyarakat luas mengetahui bagaimana kesulitan para pelajar dan warga setempat dalam menjalani aktivitasnya. Dengan bantuan ini, kami ingin terus mendorong budaya menanam, budaya membaca dan budaya olahraga kepada para siswa," ucap Musyafa.

SD Negeri Ngroto merupakan sekolahan yang berada di daerah pelosok. SD ini memiliki banyak kekurangan pada bangunan fisik.

Beberapa ruang kelas kondisinya memprihatinkan. Dinding bangunan kelas sudah retak sehingga membahayakan siswa.

Kepala SD Negeri Ngroto, Hintikah mengaku sangat berharap sekolahnya segera mendapat bantuan dari pemerintah.

"Terimakasih atas bantuan yang sudah diberikan wartawan.  Saya berharap kedepannya, ruang kelas yang sudah rusak juga mendapat perbaikan dari pemerintah," ucapnya.

Saat kegiatan berlangsung, Bupati Rembang Abdul Hafidz beserta jajaran Forum Komunikasi Kecamatan (Forkopimcam) Pancur mendadak hadir di SD Ngroto. Hal itu sempat mengejutkan anggota PWI karena sebelumnya tak ada pemberitahuan akan kehadiran orang nomor satu di Rembang itu.

"Kami sengaja datang tak memberi tahu dulu. Kami turut mengucapkan selamat  Hari Pers Nasional kepada PWI Rembang. Semoga kedepan lebih sukses lagi," ucap Bupati Hafidz.

Bupati Hafidz mengakui peran pers sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Pers bentuk kontrol sosial, penyebar informasi, pemacu suksesnya pembangunan nasional hingga daerah. Karenanya, pers sangat penting dalam mencerdaskan masyarakat dengan memberikan informasi yang benar," imbuhnya.

Kepada pihak sekolah, Bupati Hafidz berjanji segera menerjunkan tim untuk mendata  kerusakan di SD Ngroto.

Bupati Hafidz juga berbaur bersama para pewarta menanam pohon penghijauan di halaman sekolah. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
PWI Rembang foto bersama dengan guru dan siswa SD Negeri Ngajaran, Sale. (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.net, SALE - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang menggelar kegiatan Bakti PWI untuk Negeri di SD Negeri Ngajaran, Kecamatan Sale, Kamis siang (13/2/2020).

Bakti PWI diwujudkan dengan memberikan bantuan bola dan leralatan olahraga, buku bacaan dan penanaman pohon penghijauan.

Ketua PWI Kabupaten Rembang, Musyafa mengatakan kegiatan Bakti PWI merupakan rangkaian kegiatan  peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-74 yang diselenggarakan PWI Rembang dengan memberikan perhatian terhadap sekolah-sekolah di daerah pelosok yang kurang mendapat perhatian dari pihak terkait.

“Kita ingin terus mendorong budaya menanam, budaya membaca dan budaya olahraga semakin tumbuh berkembang kepada para pelajar. Jika   ini bisa berjalan dengan baik maka dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia," ucap Musyafa.

SD Negeri Ngajaran merupakan sekolahan yang berada di daerah terpencil. SD ini memiliki banyak kekurangan pada bangunan fisik.

SD satu-satunya di Desa Ngajaran ini, kondisinya memprihatinkan. Terdapat dua ruang kelas yang dikosongkan, karena kondisi bangunan sudah retak sehingga membahayakan siswa jika dipaksakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Kepala SD N Ngajaran, Rukmini mengatakan, karena kerusakan ruang kelas tersebut, pihaknya terpaksa memindahkan siswa kelas I  ke ruang perpustakaan dan siswa kelas II digabung menjadi satu ruangan dengan kelas III dengan menyekat ruang kelas. Akibatnya, aktivitas belajar mengajar menjadi kurang maksimal.

“Kalau Bu guru menanyakan perkalian, tanyanya ke siswa kelas II yang jawab siswa kelas III atau sebaliknya. Kami sudah mengajukan rehab ruang kelas, tapi belum terealisasi," ucapnya.

Kepala Desa Ngajaran, Ngesti Yulianti yang hadir dalam kegiatan tersebut mengakui, siswa di SD Ngajaran sangat minim yakni 33 siswa. Hal itu disebabkan keberhasilan program KB di desanya.

"Pusat pemerintahan di Dusun Kaliprak. Sedangkan posisi SD Ngajaran cukup jauh dari Kaliprak. Mereka justru senang bersekolah ke Desa Mrayun yang jaraknya lebih dekat. Kalau mau ke sekolah sini, harus menempuh 2 kilometer," ucap Ngesti.

Ngesti menambahkan kondisi sebagian akses jalan menuju Ngajaran juga sudah rusak parah. Ia berharap Pemkab Rembang memberikan perhatian lebih untuk kemajuan desanya. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Siswa SD IT Avivenna antusias ikuti penjelasan petugas terkait virus Corona. (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.net, LASEM - SD IT Avicenna mengedukasi siswanya tentang virus Corona.

Bertindak sebagai narasumber, petugas ahli gizi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Imam Subekti.

Imam Subakti mengatakan, cara efektif ubtuk mencegah pengaruh virus Corona diantaranya dengan menjaga kebersihan lingkungan serta mencuci tangan setelah menyentuh apapun yang kotor.

"Selanjutnya hindari sumber virusnya. Olahraga yang teratur dan makan makanan yang bergizi tinggi," ucapnya.

Kepala Sekolah SD IT Avicenna, Umniyyah Lathifah mengatakan, kegiatan tersebut  bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak tentang apa itu virus Corona dana bagaimana cara mencegah agar tidak tertular virus Corona.

"Anak harus tahu agar tidak tertular dan bisa mencegahnya," ucap Lathifah.

Lebih lanjut Lathifah mengatakan, kegiatan edukasi yang dilakukan merupakan kegiatan yang ditujukan untuk memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 Januari.

Selain mengundang ahli gizi, pihaknya juga mendatangakan dua petugas dari puskesmas setempat untuk memeriksa jajanan di sekitar sekolah.

"Pemeriksaan jajanan ini dilakukan agar sekolah tahu mana jajanan yang sehat dan yang tidak. Nanti hasilnya seperti  apa, akan disampaikan kepada penjual yang mangkal di sekolah. Semangatnya, kita  harus sama-sama ikut menjaga gizi anak," tegasnya. (AM)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik Gatot Mardiana (kanan). (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.net, GUNEM - Ribuan pelajar dari Kecamatan Gunem dan Bulu Kabupaten Rembang mengikuti Senam dan Jalan Sehat dalam rangka HUT ke-6 Semen Gresik, Jumat (17/1/2020).

Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik Gatot Mardiana mengatakan senam dan jalan sehat dengan melibatkan pelajar di sekitar pabrik sengaja dilakukan untuk membentuk secara fisik kesehatan siswa sehingga nantinya akan berdampak  pada pembentukan karakter dan mental generasi muda untuk membuahkan pemikiran yang baik dan sehat pula.

"Pesan yang ingin kami sampaikan adalah memberikan pemahaman kepada mereka bahwa dunia industri merupakan bagian dinamika perjalanan peradaban. Industri juga ikut memberi manfaat. Jangan sampai mereka memiliki pemikiran kurang pas terhadap dunia industri karena Industri tidak untuk kita takuti tapi harus kita hadapi," ucap Gatot.

Terkait sasaran capaian Semen Gresik terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pada tahun 2020, Gatot mengaku akan fokus pada sektor pendidikan, pelestarian alam dan pemberdayaan.

"Tiap tahun Semen Gresik mengucurkan dana CSR hingga miliaran rupiah. Progam itu
untuk berbagai kegiatan mulai dari pendidikan, kesehatan, RTLH hingga pemberdayaan masyarakat. Tahun ini minimal 12 rumah yang akan kita lakukan bedah rumah," imbuhnya.

Pembagian doorprize. (Rom/Rembangcyber)
Senam dan jalan sehat berlangsung meriah. Sejak pagi, ribuan pelajar sudah berkumpul di kawasan Lapangan Parkir Pabrik Semen Gresik Rembang.
Sebelum jalan sehat, mereka senam terlebih dahulu. Sekira pukul 07.00 WIB, ribuan peserta mulai bergerak dari titik start  berjalan mengitari kawasan pabrik yang jaraknya  mencapai 5 kilometer.

"Kesehatan adalah modal utama segala aktivitas. Jalan sehat ini merupakan olahraga yang mudah dan murah. Kegiatan ini sekaligus untuk mengkampanyekan hidup
sehat," tegas Gatot.

Pihaknya berharap kegiatan senam dan jalan sehat dapat semakin mendekatkan hubungan antara Semen Gresik dengan warga sekitar pabrik.
Salah seorang peserta, Dimas Saputra asal SD Negeri I Kajar, Gunem mengaku senang mengikuti kegiatan ini. Dengan ikut  jalan sehat, siswa kelas 5  sekolah dasar ini bisa melihat langsung pabrik semen yang kokoh berdiri.

" Senang, apalagi pulang bawa sepeda," ucap Dimas yang bercita-cita ingin menjadi masinis. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.

Komisi IV DPRD Rembang sidak ke SDN I Logede, Selasa (7/1/2010). (Rom/Rembangcyber)
REMBANGCYBER.net, KOTA - Komisi IV DPRD Rembang  melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SD Negeri 1 Logede, Kecamatan Sumber yang salah satu atap ruang kelasnya ambruk beberapa waktu lalu, Selasa (7/1/2020).

Ketua Komisi IV DPRD Rembang asal Partai Kebangkitan Bangsa, Nasirudin mengatakan sidak yang dilakukan merupakan bagian dari pengawasan yang dilakukan  DPRD Rembang untuk memastikan kegiatan belajar mengajar di SD tersebut tetap berjalan dengan baik pasca ambruknya atap salah satu ruang kelasnya pada Kamis (2/1/2020) malam.

"Dari pengawasan yang kami lakukan, ditemukan bahwa ada ruang kelas SD yg atapnya ambrol. Pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan koordinator pengawas sekolah. Bahkan Dinas Pendidikan sudah datang dan berkoordinasi dengan kepala sekolah dan kepala desa setempat. Namun, pihak terkait belum bisa memastikan langkah apa yang diambil agar bangunan tersebut segera di renovasi," ucap Nasirudin.

Nasirudin menambahkan, dari konfirmasi yang dilakukan Komisi IV DPRD Rembang dengan pihak dinas terkait, diketahui pengajuan DAK (Dana Alokasi Khusus) untuk renovasi belum bisa diajukan tahun 2020 sehingga harus menunggu Tahun 2021.

"Kami merekomendasikan agar rehab bangunan ambrol diajukan di APBD perubahan 2020 karena untuk APBD induk sudah lewat. Diharapkan ambrolnya atap salah satu ruang kelas tidak mengganggu proses belajar mengajar," imbuh Nasirudin.

Atap ruang kelas IV SDN 1 Logede ambruk akibat hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah desa setempat pada Kamis (2/1/2020) malam.

Menurut keterangan pihak sekolah, bangunan ruang kelas yang atapnya ambruk tersebut merupakan bangunan lama yang sudah tidak digunakan  beberapa waktu terakhir.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rembang Mardi mengatakan ambruknya atap bangunan tersebut karena faktor usia.

"Sebelumnya ruang kelas itu sudah tidak digunakan karena kondisinya tidak memungkinkan untuk pembelajaran," jelasnya.

Dengan ambruknya bangunan tersebut, rencana rehab SDN 1 Logede masuk dalam skala prioritas. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.

Siswa SD N 1 Sulang bakti sosial droping air bersih. (Rom/Rembangcyber)
REMBANGCYBER.NET, SULANG - Kemarau panjang mengakibatkan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Berbagai elemen masyarakat saling bahu-membahu guna meringankan beban sesama dengan menyalurkan bantuan air bersih secara gratis.

Demikian juga yang dilakukan siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Sulang yang berlokasi di Desa Sulang, Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang.
Para siswa dan guru di sekolah ini mengadakan iuran yang selanjutnya dibelikan air bersih untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

"Ini merupakan kegiatan sosial yg menjadi bagian dari pendidikan karakter sesuai visi, misi dan tujuan sekolah kami. Ini sekaligus wujud kepedulian sekolah kepada lingkungan.

Diharapkan kegiatan ini bisa membentuk karakter siswa untuk dapat saling tolong-menolong satu sama lain. Intinya, kami ingin menanamkan  jiwa sosial kepada seluruh siswa," ucap Kepala SD Negeri 1 Sulang, Syakir, Selasa (12/11/2019).

Dalam kegiatan bakti sosialnya, SD N 1 Sulang membagikan sebanyak lima tangki air bersih kepada warga terdampak di Desa Sulang, Sabtu (8/11/2019) dan Desa  Kaliombo, Senin (11/11/2019).

“Memang secara kuantitas, jumlahnya masih belum seberapa. Namun semangat berbaginya yang ingin kami tanamkan kepada siswa. Sumber dananya berasal dari iuran guru dan para siswa itu sendiri," imbuh Syakir.

Syakir berharap bakti sosial yang dilaksanakan bisa menumbuhkan jiwa kebersamaan dan kepekaan  sosial sosial sejak dini.

Salah seorang warga Desa Kaliombo penerima bantuan air bersih, Ngari, mengapresiasi apa yang dilakukan oleh siswa SD N 1 Sulang. Menurutnya, semangat berbagi harus ditanamkan sejak dini.

"Tentu ini sangat baik dan bisa dicontoh oleh sekolah lain. Bukan soal berapa besar bantuannya, tapi semangat untuk berbagi merupakan hal positif yang harus terus dipupuk. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat apel di Hari Santri di Alun-alun Kota Rembang. (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.NET, REMBANG - Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren mengikuti apel Perayaan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Jawa Tengah tahun 2019, yang dipusatkan di Alun-alun Kota Rembang, Selasa (22/13019).

Bertindak sebagai inspektur apel, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Turut serta dalam kegiatan apel tersebut diantaranya; Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, Bupati Rembang Abdul Hafidz dan wakil Bupati Rembang Bayu Andrianto.

Dalam amanatnya, Gubernur Ganjar berbicara tentang perjuangan para santri yang berada di garis depan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Keringat, darah, air mata, asa dan nyawa dari para santri tercecer di bumi nusantara. Namun begitu santri tidak hilang daya, saat peletakan dasar negara santri mengambil peran penting,” kata Ganjar.

Ditegaskannya, saat ini santri memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Di istana, saat ini menjabat sebagai wakil Presiden seorang kiai yang juga merupakan santri. Pun di Jawa Tengah, wakil gubernur juga seorang santri," imbuhnya.

Perayaan Hari Santri tahun 2019 ini, lanjut Ganjar, ada kado istimewa yang dihadiahkan oleh pemerintah kepada para santri, yakni pengesahan Undang-Undang Pesantren. Undang-Undang Pesantren diyakini sangat menghormati dan mendukung keberadaan pondok pesantren.

“Dengan adanya Undang-Undang Pesantren, sekarang pesantren punya akses pada kebijakan publik, termasuk anggaran. Penyetaraannya sudah bisa disamakan dengan sekolah umum. Tentu ini kado yang indah buat para santri di hari santri ke 5 ini,” tegas Ganjar.

Apel diakhiri dengan pelaksanaan salat Istiqa'. Bertindak sebagai imam, pengasuh Pondok Pesantren Padaran, Rembang,
KH Ahmad Zamroni.

“Salat ini kita laksanakan agar wilayah Jawa Tengah segera turun hujan. Memang musim kemarau saat ini lebih panjang dibandingkan dengan musim kemarau tahun lalu. Sehingga harapan kami agar ini segera turun hujan,” pungkas Ganjar. (Rom)