Kategori Bertita: "Wisata"
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.


REMBANGCYBER.NET, SALE - Semakin ramainya puncak Gunung Wahyu di Dusun Ngeso, Desa Bitingan, Kecamatan Sale untuk lokasi camping memunculkan ide kreatif masyarakat setempat. Ada yang menyewakan tenda camping dikoordinir oleh kelompok pemuda setempat. Ada pula yang menyediakan aneka kuliner siap antar.


Jupriantono, salah satu pemuda Desa Bitingan Kecamatan Sale yang mengelola area camping Gunung Wahyu mengisahkan pada awalnya warga cenderung kurang kompak, ketika muncul ide ingin membuka Gunung Wahyu.

Jupriantono, salah satu pemuda Desa Bitingan Kecamatan Sale yang mengelola area camping Gunung Wahyu mengisahkan pada awalnya warga cenderung kurang kompak, ketika muncul ide ingin membuka Gunung Wahyu.



Namun belakangan ini warga maupun pihak desa bergotong royong, untuk mengembangkan kawasan tersebut, begitu melihat ternyata respon pengunjung cukup bagus.


“Baru 2 bulan mas, dulu di sini ya rimbun banget, kemudian kita bersihkan. Gunung Wahyu masuk lahan Perhutani. Butuh proses agak panjang memang, termasuk menyamakan semangat kekompakan, “ tuturnya, Minggu (18 Oktober 2020).


Setelah ramai, Jupriantono menambahkan kini kalangan pemuda setempat menyewakan tenda camping siap pakai. Untuk tenda kapasitas 2 – 3 orang dikenakan sewa hanya Rp 20 Ribu, sedangkan kapasitas 4 – 5 orang Rp 35 Ribu.


“Sementara kami sediakan 8 tenda, biasanya kita yang pasang, nggak ada tambahan ongkos. Tinggal pakai saja. Biasanya pada akhir pekan, pengunjung yang datang cukup ramai. Untuk parkir kendaraan, per motor Rp 3 Ribu, “ imbuh pria yang biasa disapa Jupri Indigo ini.


Termasuk kalau ada peserta camping membutuhkan paket makanan, kalangan pemuda juga siap mengantar.


“Kalau dari kampung sampai lokasi camping, kira-kira butuh waktu 15 menitan. Naik turun naik turun ndak masalah, “ ucapnya tersenyum.


Sementara itu seorang pengunjung Gunung Wahyu dari Dusun Mbesi Desa Kedungrejo, Rembang Dwi Menik Dyah Safitri menganggap jalur menuju puncak Gunung Wahyu lumayan menantang, karena tanjakannya cukup ekstrim. Kondisi itu berbeda dibandingkan dengan spot-spot camping lainnya.


“Saya tahu Gunung Wahyu dari cerita saudara. Kalau dibandingkan dengan Puncak Argo Pegunungan Lasem – Pancur, jalurnya datar, puncaknya juga sempit. Kalau di sini jalur pendakian nanjak banget, pas di atas areanya lebar, “ ungkap Menik.


Menik menambahkan ciri khas ketika berada di puncak Gunung Wahyu adalah bisa melihat hamparan wilayah Kabupaten Rembang secara terbuka. Bahkan garis pantai pesisir utara Jawa juga nampak dari ketinggian.


“Apalagi kalau malam hari, menyaksikan kerlap kerlip lampu permukiman penduduk, suasananya di sini sungguh asyik, “ pungkasnya. (Aba/Ril?) 

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.

REMBANGCYBER.NET, KRAGAN - Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengajak kaum emak-emak yang tergabung dalam komunitas senam aerobik Pelangi  mempromosikan objek wisata Pantai Watu Gajah.

Hafidz mengatakan, promosi penting dilakukan agar destinasi wisata bahari yang terletak di Desa Sumbersari Kecamatan Kragan dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas, bukan hanya Kragan.

"Salah satu visi dari Pemkab Rembang adalah pengembangan sektor pariwisata, oleh karena itu pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, dalam waktu dekat akan memverifikasi Pantai Watu Gajah, untuk dipastikan tata kelolanya, apakah pengelolaannya dibantu Pemkab Rembang atau cukup oleh desa saja. Yang pasti, pariwisata menjadi target pengembangan Pemkab Rembang," terangnya.

Kedatangan Bupati Hafidz di Pantai Watu Gajah pada Ahad (6/9/2020) sore itu, sontak membuat ratusan pengunjung histeris. 

Ia yang datang tanpa pengawalan menjadi sasaran rebutan swafoto oleh pengunjung, baik laki-laki maupun perempuan. Apalagi, selain senam di sana juga digelar festival layang-layang.
Hafidz mengaku sengaja menggaet berbagai kalangan, termasuk komunitas senam aerobik untuk turut membantu promosi wisata yang ada di Rembang.

"Yang paling penting itu bagaimana mematuhi protokoler kesehatan yang diatur dalam regulasi. Misalkan, pengunjung tidak boleh melebihi 50 persen kapasitas yang ada. Ini harus menjadi perhatian semua pihak," tegasnya. (Rom)
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
REMBANGCYBER. NET, SULANG - Seribuan pesepeda mengikuti Gowes New Normal dalam rangka  memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI yang diselenggarakan Karang Taruna Wulandari Desa Dulang, Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang, Ahad (16/8/2020).

Gowes New Normal ini dipusatkan di halaman Gedung Sunan Bonang, Komplek Kantor Kecamatan Sulang.

Kepala Desa Sulang, Rubiyanto didampingi Ketua Karang Taruna Wulandari, Ismartoyo melepas peserta yang mayoritas berasal dari Kecamatan Sulang dan juga berbagai komunitas gowes dari berbagai daerah.

"Kegiatan ini untuk memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI. Kita bagi menjadi dua kelompok yakni kelompok keluarga dengan jarak tempuh 5 kilometer dan kelompok berkeringat dengan jarak tempuh mencapai 15 kilometer," ucap Ismartoyo.

Ismartoyo menambahkan, rute yang dilalui adalah jalur hijau yakni melintasi perkebunan tebu dan tembakau yang berada di sepanjang Desa Rukem, Korowelang, Karangharjo, Kunir dan Glebeg. Dengan demikian, peserta sekalian refreshing dengan panorama pedesaan yang segar," imbuhnya.


Kepala Desa Sulang, Rubiyanto mengatakan, kegiatan ini sengaja digelar untuk menjadi media berolahraga sekaligus berhibur bagi warga Sulang dan sekitar, sekaligus untuk mengingatkan kepada warga terkait pentingnya mematuhi protokol kesehatan utamanya memakai masker dan cuci tangan dengan sabun.

"Alhamdulillah kegiatan dapat berjalan dengan tertib, lancar dan aman. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya gowes ini. Khusus untuk Karang Taruna Wulandari, kalian luar biasa," ucap Rubiyanto.

Panitia memberlakukan protokol kesehatan secara ketat kepada peserta. Peserta wajib memakai masker dan sebelum masuk ke arena start mereka dicek suhu tubuhnya menggunakan thermogun.

Panitia menyediakan berbagai hadiah diantaranya; Kambing, TV, sepeda, kulkas, dan puluhan hadiah menarik lainnya. (Aba) 


Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Offroader dari berbagai daerah ambil bagian AER yang diselenggaran Semen Gresik, Sabtu (22/2/2020). (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.net, GUNEM - Ratusan offroader dari sejumlah kota di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur meramaikan event Adventure Explore Rembang (AER) yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-6 PT Semen Gresik, Sabtu (22/2/2020).

Selain memperkenalkan progam Edupark dan sirkuit Semen Gresik, event bergengsi yang diikuti oleh Bupati Rembang H Abdul Hafidz dan jajaran Direksi PT Semen Gresik ini juga sekaligus untuk mengangkat destinasi wisata berbasis potensi lokal desa sekitar perusahaan persemenan terkemuka tersebut dan keindahan alam Kota Rembang.

AER tahun ini adalah event kedua yang digelar Semen Gresik. Dibanding tahun lalu, animo peserta kali ini sangat tinggi. Awalnya, panitia hanya menargetkan 100 peserta. Namun ternyata ada 150 offroader dari Rembang, Kudus, Jepara, Pati, Cepu, Blora, Bojonegoro, Tuban, Gresik, Kediri hingga Nganjuk berminat mengikuti event ini.

Selain Bupati H Abdul Hafidz dan Forkompinda Rembang, Danyonif 410/Alugoro Blora Letkol Inf Loka Jaya Sembada dan pengasuh Ponpes Wali Sembilan/Nurussalam Gomang, Tuban KH Noer Nasroh serta elemen lainnya juga turut menyemarakkan event AER yang titik start dimulai dari Taman Pandansili Desa Kadiwono, Bulu, Rembang.

Taman Pandansili merupakan destinasi wisata baru di kawasan Rembang bagian selatan. Taman Pandansili yang pengembangannya dibantu Semen Gresik ini diresmikan akhir 2019 lalu.

Salah seorang offroader tengah melintasi medan dengan panorama sawah yang hijau. (Rom/Rembangcyber)
Direktur Produksi PT Semen Gresik Joko Sulistyanto mengatakan event AER merupakan bentuk sinergi positif antara dunia usaha, pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama mengangkat pariwisata berbasis potensi lokal di Kabupaten Rembang. Di rute yang dilewati peserta AER misalnya, ada Taman Pandansili, air terjun Desa Pasucen hingga Cagar Alam Gunung Butak.

Komitmen Semen Gresik untuk mengangkat potensi wisata ini tak hanya lewat event AER saja. Perusahaan persemenan terkemuka ini juga melakukan upaya revitalisasi agar ekosistem dan keanekaragaman hayati di berbagai lokasi tersebut terjaga. Seperti yang dilakukan di kawasan Cagar Alam Gunung Burak. Upaya revitalisasi yang dilakukan bertahap itu dengan menggandeng BKSDA Jateng.

"Keindahan alam Rembang tidak kalah eksotis dengan daerah lain. Mari kita angkat bersama agar manfaatnya juga bisa dirasakan masyarakat sekitar," kata Joko Sulistyanto, saat melepas iring-iringan peserta AER, Sabtu (21/2/2020).

Rute sejauh 35 kilometer yang dilalui peserta AER juga menyajikan suguhan beragam pemandangan menarik. Mulai dari hijaunya areal pertanian, hutan jati hingga kawasan tambang dengan latar belakang pegunungan kapur yang dari kejauhan tampak seperti permadani hijau raksasa.

Karena rute yang dilalui sulit serta susah untuk bermanuver, maka peserta AER kali ini dikhususkan hanya untuk kendaraan 4x4. Adrenalin dan nyali peserta ditantang merasakan berbagai sensasi yang ada di rute kategori medium extreme ini. Mulai dari jalur bergelombang, kubangan, tanjakan hingga melintasi jalur sungai penuh bebatuan.

Peserta AER juga ditantang uji ketangkasan di sirkuit Semen Gresik. Sirkuit sepanjang 375 meter diproyeksikan bisa dimaksimalkan untuk berbagai event offroad bahkan skala nasional.

"Sirkuit Semen Gresik ini menjadi kebanggaan tersendiri. Event-event resmi offroad berbagai komunitas bisa menggunakan sirkuit ini," ujar Ketua panitia AER PT Semen Gresik, Dharma Sunyata.

Titik finish AER berada di kawasan Edupark PT Semen Gresik. Dari lokasi ini, ratusan offroader lintas provinsi ini juga masih bisa menikmati area pabrik Semen Gresik yang berada di tengah hutan yang hijau. Di lahan Edupark ini ratusan offroader juga diajak melihat hewan ternak dan berbagai tanaman yang ada di dalamnya. Mulai dari sapi, kambing domba, ayam, burung puyuh, lele, pepaya, pisang, kangkung, sawi, terong dan lainnya.

Direktur Keuangan dan SDM PT Semen Gresik Muchammad Supriyadi mengatakan Edupark merupakan bagian dari Progam Perkebunan, Pertanian, Perikanan dan Peternakan Terpadu (P4T). Progam ini diproyeksikan berkontribusi untuk membangun kemandirian pangan dan energi serta mengangkat perekonomian warga sekitar perusahaan.

"Edupark ini kita proyeksikan untuk transfer of knowledge bagi warga desa sekitar Semen Gresik. Progam ini sekaligus menegaskan komitmen kita untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat," tandas Muchammad Supriyadi.

Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengapresiasi upaya Semen Gresik dalam memajukan pariwisata maupun aksi pemberdayaan masyarakat di daerah yang dipimpinnya. Upaya ini strategis untuk menunjang kemajuan Rembang.

"Komitmen Semen Gresik tak perlu diragukan lagi. Progam Semen Gresik sangat membantu Pemkab Rembang," jelas Abdul Hafidz. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.

Wagub Jateng, H Taj Yasin Maemoen bersama Bupati Rembang H Abdul Hafidz dan Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto. (Rom/Rembangcyber)
REMBANGCYBER.net, REMBANG - Polres Rembang , Jawa Tengah menggelar gowes bareng dengan label Tour de Rembang 2020 (TDR 2020), Ahad (9/2/2020).

TDR 2020 merupakan ajang bersepeda sejauh 140 kilometer dengan rute melewati sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Rembang.
TDR 2020 start di Pendapa Museum Kartini dan finis di Pantai Karangjahe, Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang.

TDR 2020 diikuti sebanyak 600-an pesepeda dari berbagai daerah. Beberapa turis asing juga  terpantau mengikuti kegaiatan gowes tersebut.
Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto mengatakan, salah satu tujuan TDR 2020 adalah untuk mempromosikan destinasi pariwisata yang ada di Rembang.

"Ini mudah-mudahan bisa menjadi ajang silaturahmi, olahraga dan wisata," terangnya.

Bupati Pati, Haryanto turut serta dalam TDR 2020. (Rom/Rembangcyber)
Selain itu, tambah Kapolres Dolly, melalui TDR 2020 juga diharapkan dapat memupuk rasa persatuan dan kesatuan warga sekaligus mengajak masyarakat untuk membiasakan pola hidup sehat salah satunya melalui bersepeda.

"Ini juga menjadi kegiatan awal para goweser di Jawa Tengah pada tahun 2020. Nantinya akan banyak kegiatan gowes di daerah lain dan puncaknya Tour de Borobudur," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen yang juga ikut serta dalam kegiatan TDR 2020 mengajak seluruh masyarakat untuk turut mempopulerkan Rembang baik melalui media sosial maupun kegiatan lain supaya Rembang lebih dikenal secara nasional.

"Saya minta kegiatan ini nanti, masyarakat mempublikasikan di media sosialnya masing-masing, agar Rembang dikenal orang banyak. Jangan lupa nanti saat bersepeda, jangan buang sampah sembarangan," ucap Wagub Taj Yasin.

Bupati Rembang Abdul Hafidz sangat mengapresiasi kegiatan ini. Senada dengan Kapolres Rembang, Hafidz juga berharap melalui ajang TDR 2020 mampu mengangkat pariwisata di Kota Garam.

"Dengan ajang ini semoga Rembang dikenal di mana-mana. Jangan hanya datang sekali di Rembang, tetapi harus berkali-kali, terus menyambangi Rembang. Di Rembang ada batik tulisnya dan sekarang ada hotel berbintang. Ini penting saya sampaikan, biar Rembang sekarang dikenal ada kemajuan," ungkapnya.

Rute DTD 2000 melewati sejumlah destinasi wisata unggulan Rembang seperti Kota Tua Lasem, Pantai Binangun, Pegunungan Kendeng hingga melewati jalur pedesaan yang hijau.

Selain Wagub Jawa Tengah H Taj Yasin, tampak juga Bupati Pati Haryanto yang turut ambil bagian dalam kegiatan ngontel tersebut. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.

Wakil Direktur BUMDes Desa Punjulharjo, Aang Khoiruddin. (Rom/Rembangcyber)
REMBANGCYBER.net, KOTA - Pengurus baru Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Abimantrana Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang resmi dilantik. Pelantikan dilaksanakan di balai desa setempat, Kamis (30/1/2020).

Pelantikan dipimpin Kepala Desa Moh Akrom.

"Kami berharap, pengurus baru bisa lebih memajukan BUMdesa, utamanya pengembangan sektor wisata Pantai Karangjahe," ucap Moh Akrom.

Wakil Direktur BUMDes Abimantrana Desa Punjulharjo, Aang Khoiruddin mengatakan pihaknya optimis mampu membuat terobosan-terobosan baru untuk memajukan BUMDes Desa Punjulharjo.

"Kami akan melakukan terobosan-terobosan baru dengan membuat unit-unit usaha baru yang dikerjakan oleh BUMDes. Ke depan, kita akan rintis BUMDes Mart, pengelolaan mobil tangki air untuk kebutuhan cuci dan bilas," ucap Aang Khoiruddin usai pelantikan.

Pelantikan pengurus baru Bumdes Desa Punjulharjo. (Rom/Rembangcyber)
Aang menambahkan, dengan lahirnya unit-unit usaha baru yang dikelola BUMDes, penyerapan tenaga kerja lokal akan lebih banyak.

"Dengan demikian, tentunya kesejahteraan masyarakat juga bisa meningkat. Mohon doa restunya," imbuhnya.

Selama ini, salah satu keberhasilan BUMDes Abimantrana Desa Punjulharjo adalah pengelolaan sektor wisata dengan Pantai Karangjahe.

"Kami ingin pengelolaan unit bisnis dalam hal ini objek wisata Pantai Karangjahe menjadi lebih menarik dan bonafid. Kami akan bikin inovasi baru misalnya dengan menambahkan kereta wisata. Dengan demikian, para karyawan akan mendapat upah yang lebih baik dan kesejahteraan meningkat," tegas Aang.

Suasana Pantai Karanghahe yang asri. (Rom/Rembangcyber)
Seiring mutu pengelolaan BUMDes yang makin baik, pengurus baru akan meningkatkan sinergi dengan mitra strategis antara lain perusahaan dan perbankan sehingga semakin solid.

"Muaranya adalah kesejahteraan. Dengan pengelolaan yang lebih baik, secara sosial, hadirnya BUMDes yang makin prima, akan mampu menghadirkan perhatian secara lebih optimal terhadap para keluarga miskin misalnya janda tua yang sementara ini tidak memiliki lapak dagang di Pantai Karangjahe," pungkasnya. (Rom)


Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Gapura depan Pasujudan Sunan Bonang. (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.NET, LASEM - Sejumlah peziarah dari berbagai daerah mendatangi  Pasujudan Sunan Bonang yang berada di Desa Bonang Kecamatan Lasem, Rabu (1/1/2020).

Mereka datang secara berombongan baik bersama keluarga, kerabat maupun tetangga.
Pasujudan Sunan Bonang yang diyakini sebagai tempat bersujud dan bertapa Sunan Bonang, salah seorang Wali Songo yang hidup sekitar abad 15,  memilki daya tarik tersendiri bagi para peziarah. Selain mudah dijangkau, tempat ini juga berada di perbukitan sehingga peziarah dapat menikmati hawa sejuk karena kawasan ini banyak ditumbuhi pohon rindang.

Lokasi Pasujudan Sunan Bonang sendiri berbatasan langsung dengan Jalur Pantura Rembang, tepatnya di Desa Bonang Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Sunan Bonang merupakan tokoh penyebar agama Islam di Pulau Jawa yang merupakan putra dari Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila putri Aryo Tejo, tumenggung Majapahit yang berkuasa di Tuban.

Sunan Bonang yang mempunyai nama asli Raden Maulana Makdum Ibrahim menyebarkan Agama Islam di daerah Bonang Lasem, Jawa Tengah hingga ke Tuban, Jawa timur.

155 anak tangga menuju Pasujudan Sunan Bonang. (Rom/Rembangcyber)
Sunan Bonang lahir pada tahun 1465 Masehi dan wafat 1525 Masehi.

Para peziarah meyakini bahwa dengan wasilah kepada para kekasih Allah, salah satunya kepada Sunan Bonang akan mempercepat terkabulnya doa.

Pasujudan Sunan Bonang yang merupakan sebuah petilasan peninggalan Sunan Bonang hingga saat ini terawat dengan baik.
Petilasan tersebut berupa empat bongkahan batu yang diyakini merupakan tanda bekas sujud sang sunan.

"Setiap hari ada ribuan peziarah yang datang. Ada dari lokalan Rembang, hingga luar Jawa. Kalau pas liburan seperti ini, peziarah lebih banyak lagi, " ucap petugas yang jaga di Pasujudan Sunan Bonang, Abdul Qorib.

Gapura dalam Pasujudan Sunan Bonang. (Rom/Rembangcyber)
Empat bongkah batu besar tersebut terdiri satu batu berukuran besar, dipercaya terdapat cap dahi Sunan Bonang saat bersujud. Batu berikutnya berukuran sedikit lebih kecil, terdapat cap kaki sebelah kiri. Dipercaya cap kaki tersebut merupakan kaki Sunan Bonang saat bertapa, berdoa kepada Allah dengan berdiri satu kaki. Dan
dua batu lainnya dengan ukuran lebih kecil merupakan tumpuan kaki sang sunan.
Di dekat petilasan Sunan Bonang juga terdapat makam Putri Campa, murid Sunan Bonang yang datang dari negeri Campa.

Untuk mencapai tempat ini, peziarah harus mendaki 155 anak tangga. Konon, tempat ini sebelumnya berupa hutan kemuning.

Cungkup yang mrnaungi batu petilasan Sunan Bonang. (Rom/Rembangcyber)
Petilasan Suan Bonang, sudah dinaungi bangunan layaknya rumah mungil yang mampu menampung 5-7 orang. Untuk masuk ke petilasan Suanan Bonang, peziarah harus merangkak melewati pintu kecil setinggi sekitar 50 cm.

Karena ukuran bangunan yang kecil, peziarah harus antre untuk bisa masuk ke petilasan. Meski demikian, tak mengurangi antusias peziarah untuk dapat menyaksikan secara langsung salah satu bukti karomah peninggalan sang sunan. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Bupati Rembang, H Abdul Chafidz bersama Kades Kadiwono, Ahmad Ridwan saat soft launching Taman Alas Pandansili. (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.NET, BULU - Pemerintah Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang merintis taman rekreasi baru bernama Taman Alas Pandansili.

Taman Alas Pandansili berada tepat di pintu masuk Desa Kadiwono yang bersebelahan dengan Obyek Wana Wisata Mantingan.

Kepala Desa Kadiwono, Ahmad Ridwan mengatakan pengelolaan Taman Alas Pandansili  berada di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Kadiwono Sejahtera kerjasama dengan  Perum Perhutani KPH Mantingan.

"Kita ingin memberdayakan potensi yang ada untuk menarik para wisatawan berkunjung ke sini. Taman Alas Pandansili diharapkan mampu meningkatkan perekonomian lokal sehingga bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) Desa Kadiwono. Dengan demikian keberadaan Taman Alas Pandansili dapat meningkatkan kesjahteraan masyarakat setempat," ucap Ahmad Ridwan, saat soft launching Taman Pandansili, Ahad (29/12/2019).

Lebih lanjut Ridwan mengatakan, Taman Alas Pandansili yang berada di sebelah selatan Wana Wisata Pemandian Mantingan ini, menempati areal seluas 4 hektare milik Perum Perhutani KPH Mantingan.

Rumah pohon di Taman Alas Pandansili. (Rom/Rembangcyber)
Untuk tahap awal, Taman Alas Pandansili dilengkapi dengan wahana permainan sederhana seperti rumah pohon, ayunan, dan gazebo.

Meski masih sangat terbatas, taman wisata ini terbilang cukup asri dan layak dikunjungi. Pasalnya, Taman Alas Pandansili sangat teduh dan hijau. Banyak pohon besar menaungi kawasan ini. Udara yang segar dan juga gazebo yang tertata apik, membuat pengunjung nyaman untuk berlama-lama di sini.

"Kedepannya nanti akan kita lengkapi dengan wahana permaianan seperti kolam renang portable, flying fox, permainan education dan wahana permainaan lainnya," imbuhnya.

Selain itu, tambah Ridwan, kedepannya Taman Alas Pandansili juga akan dilengkapi dengan wisata kuliner jajanan khas kampung seperti sredek, ongol - ongol, klepon, thiwul, gendar, keripik gadung dan aneka masakan khas seperti nasi jagung urap gereh, sayur temu.

"Kedepannya kita akan bangun infrastruktur yang memadai termasuk peningkatan sumber daya manusianya. Kami minta dukungan semua pihak termasuk rekan media untuk membantu membesarkan Taman Pandansili sehingga bisa menjadi kebanggaan masyarakat Rembang," tegas Ridwan.

Soft lunching dilakukan oleh Bupati Rembang, H Abdul Hafidz  dengan penanaman tanaman pandan wangi yang merupakan  ikon Desa Kadiwono.

Bupati Hafidz mengaku sangat mengapresiasi dan mendukung pengembangan potensi wisata lokal melalui Bumdes.

" Ini sangat bagus. Pengelolaannya juga harus bagus. Masyarakatnya juga harus murah senyum. Dengan demikian melalui Bumdes, pengembangan wisata dapat optimal," ucap Hafidz.

Bupati Hafidz juga mengusulkan agar nantinya Taman Pandansili memiliki kekhasan atau branding yang mudah dikenal.

"Harus punya branding. Saya mengusulkan misalnya Taman Pandansili menjadi taman 1000 hewan kera. Ini bisa dicoba secara bertahap. Yang penting, agar parwisata bisa terus berkembang harus ada kreasi baru, inovasi baru, sehingga bisa mrnjadi sumber PAD desa," imbuh Hafidz.

Pada tahap awal, pembangunan Taman Pandansili menghabiskan dana sekira Rp200 juta.

Saat ini pihak desa mengaku baru gencar mempromosikan Taman Alas Pandansili sehingga belum menargetkan jumlah pengunjung dalam jumlah tertentu selama beberapa waktu ke depan.  (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.

General Manager Pollos Hotel & Gallery, Dedi Rosadi, saat acara Media Gathering dengan PWI Rembang di Pollos Hotel, Selasa (3/12/2019) malam. (Rom/Remvangcyber)
REMBANGCYBER.net, KOTA - Pollos Hotel & Gallery yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman No 158, Kabongan Lor, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, segera beroperasi. Soft launching dilakukan pada Oktober lalu.

”Kehadiran hotel ini akan meramaikan bisnis perhotelan di Rembang,” ungkap General Manager Pollos Hotel & Gallery, Dedi Rosadi, saat acara Media Gathering dengan PWI Rembang di Pollos Hotel, Selasa (3/12/2019) malam.

Dedi Rosadi menuturkan pihaknya sengaja memberdayakan potensi-potensi lokal. 30 % staf dan karyawan hotel merupakan penduduk asli Kabupaten Rembang. Dari sisi seragam, dipilih nuansa batik tulis Lasem sebagai corak utama.

“Untuk minuman dan menu makanan, kita ingin buat ciri khas Kabupaten Rembang. Pokoknya lagi nyari-nyari ini yang tepat. Nggak menutup kemungkinan, hasil olahan dari UMKM juga akan kita tampung," imbuh Rosadi.

Dedi Rosadi menegaskan Pollos Hotel & Gallery cukup nyaman dan menarik karena berada di pinggir laut. Pengunjung dapat menikmati keindahan Pantai Utara, dengan titik pandang paling ideal di lantai teratas. Kondisi itu yang membuat hotel bintang 3 ini diberi nama Pollos.

“Filosofi orang Jawa Pollos, pol mengarah pada titik terjauh dan los seperti nggak ada pembatas. Temen-temen dari Jakarta yang sempat datang ke sini, sempet surprise juga. Semoga Pollos ini akan menjadi gairah baru bagi dunia perhotelan di wilayah Jawa Tengah bagian timur, “ tandasnya.

Pollos Hotel memiliki 111 kamar dengan berbagai tipe. Pollos Hotel & Gallery juga akan memanjakan tamu dengan fasilitas kolam renang anak-anak dan dewasa, tempat fitness, dan ruang pertemuan.

“Tarif kamar tipe standar Rp575.000. Yang terbagus tipe Junior Suite Rp1.600.000. Hotel ini baru akan kami launching pada Sabtu pagi (7/12/2019). Tumbuhnya kami ke depan, tentu tidak lepas dari bantuan temen-temen wartawan juga,“ tegas pria asli Jakarta ini.

Dedi berharap, kehadiran Pollos Hotel & Gallery mampu menunjang sektor pariwisata di Kabupaten Rembang yang tengah bergeliat.
Senada, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang, Musyafa’ mengaku sangat mengapresiasi kehadiran Pollos Hotel di Rembang karena akan memperkuat iklim investasi di Kota Garam.

"Kehadiran Pollos tentu akan memberikan imbas positif bagi pertumbuhan ekonomi utamanya terkait tingkat hunian hotel. Masuknya Pollos Hotel & Gallery akan banyak memberikan pilihan bagi masyarakat, terutama kaum pelancong maupun pengusaha yang datang ke Rembang," tegasnya. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Wartawan Rembang rafting di Telaga Waja, Bali. (ROM/Rembangcyber)

REMBANGCYBER.NET, BALI - PT Semen Gresik menggelar Media Gatehring 2019 Goes to Bali bersama puluhan wartawan cetak, elektronik dan online serta perwakilan Humas Setda Kabupaten Rembang.

Kegiatan yang digelar sejak Minggu - Kamis (22-26/9/2019) ini untuk memperkokoh sinergi antara perusahaan persemenan terkemuka ini dengan kalangan media dan stakeholder terkait yang ada di Kota Garam.

Beragam kegiatan dilaksanakan selama Media Gathering 2019 di Pulau Dewata. Kalangan media dan perwakilan humas diajak melihat dan mempelajari berbagai tradisi, seni tari, kuliner, kopi Luwak khas Bali, rumah adat dan kearifan lokal lainnya hingga sektor pariwisata yang menopang perekonomian Bali.

Humas Semen Gresik Pabrik Rembang, Sugianto beramah tamah dengan wartawan di Bebek Tengah Sawah, Bali. (Rom/Rembangcyber)
Upaya memperkokoh sinergi juga disisipkan dalam kegiatan arung jeram sejauh 17 kilometer menyusuri aliran Telaga Waja yang ada di Kabupaten Karang Asem.

Dibutuhkan kekompakan agar perahu karet tidak terbalik dan tetap melaju saat melewati sungai berkelok-kelok dengan arus yang deras.

Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik Gatot Mardiana mengatakan kalangan media dan pemerintah daerah memiliki peran penting sejak awal pembangunan hingga beroperasinya Pabrik Rembang. Oleh karena itu, menjaga silaturahmi dan sekaligus sinergi dengan dua elemen ini menjadi prioritas jajarannya.

Wartawan Rembang di Pura Ulu Watu, Bali. (Rom/Rembangcyber)
"Semoga kerjasama yang sudah berjalan ini terus terjalin. Ujung dari proses ini juga untuk kemajuan Rembang," kata Gatot Mardiana, Kamis (26/9/2019).

Plt Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang Sarman Wibowo mengatakan jajarannya siap bermitra dengan kalangan perusahaan maupun instansi pemerintah yang ada di Kota Garam. Kalangan media juga memiliki komitmen ikut memajukan daerah dengan karya-karya jurnalistik yang obyektif dan berimbang.

"Media akan proporsional dan profesional. Sejauh ini aktivitas Semen Gresik positif makanya kita mengapresiasi hal itu," ujarnya.

Sementara itu, Kasubag Pemberitaan, Informasi dan Publikasi Bagian Humas Setda Kabupaten Rembang Agung Dwi Nugroho mengatakan kehadiran Semen Gresik ikut mendongkrak Indeks daya saing daerah (IDSD) di Kota Garam. Tahun ini,  Rembang menempati peringkat tiga IDSD dari  35 kabupaten/kota di Jateng.

"Kontribusi Semen Gresik sangat besar. Saat ini PAD Rembang di atas Rp300 miliar per tahun. Padahal sebelum Semen Gresik beroperasi hanya Rp120 miliar per tahun," tandas Agung. (Rom/SG)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Penampilan Lappas Lasem. (Rom/Rembangcyber)
REMBANGCYBER.NET, KOTA - Kelompok Thong-Thong Lek Wangsit Gumelar (Wagu) asal Tawangsari Kelurahan Leteh Kecamatan Rembang tampil sebagai juara Festival Thong-Thong Lek Kabupaten Rembang 2019 yang digelar Sabtu (1/6/2019) malam.

Juara dua diraih kelompok Gondorase asal Desa Banyudono Kecamatan Kaliori. Sedangkan juara tiga diraih kelompok Gangprat Dukuh Waru Lor Desa Waru Kecamatan Rembang.

Juara harapan pertama, kedua, dan ketiga,  masing-masing diraih oleh Lapas (Lasem), Bobota (Tawangsari, Kelurahan Leteh) dan Pagoda (Desa Pragu, Kecamatan Sulang).

Juara pertama mendapatkan hadiah uang pembinaan Rp4 juta, juara dua Rp3 juta dan juara tiga Rp2,5 juta. Sementara harapan pertama, kedua, dan ketiga, mendapat hadiah masing-masing Rp1,5 juta rupiah.

Tahun ini, Festival Thong-Thong Lek diikuti 26 grup dari berbagai daerah. Para peserta memamerkan kebolehannya memainkan alat penggugah sahur sambil bernyanyi dari titik start di Perempatan Jaeni, Jalan Kartini Rembang hingga Gedung Haji, Jalan Pemuda Rembang,

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengatakan, Festival Thong-Thong Lek tahun ini berbeda dari penyelenggaraan -penyelenggaraan sebelumnya.

“Thong-Thong Lek ini menjadi kebudayaan yang harus kita lestarikan. Tahun ini dibikin berbeda, karena kondisi bangsa kita perlu ada antisipasi pasca Pemilu. Biasanya dua malam, babak penyisihan dan final, kali ini kita ringkas semalam. Ini semuanya demi kepentingan Kabupaten Rembang dan bangsa kita, “ ujar Hafidz.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto mengatakan Festival Thong-thong Lek merupakan kekhasan lokal yang harus dilestarikan.

“Festival Thong-Thong Lek sudah menjadi tradisi di Rembang, karena itu, ini kita lestarikan. Festival ini dibiayai oleh anggaran APBD Kabupaten Rembang tahun 2019. Diambil 6 pemenang. Bagi peserta yang tidak mendapatkan juara, kita berikan uang partisipasi sebagai wujud terimakasih pada mereka yang turut melestarikan tradisi ini," terang Dwi Purwanto.

Festival Thong-thong Lek merupakan hiburan tahunan yang diminati warga. Ribuan orang menyemut di sepanjang rute yang dilalui peserta. (Rom)
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Makam Mbah Sholeh yang lebih dikenal dengan sebutan Kiageng Panohan. (Rom/Rembangcyber)
REMBANGCYBER.NET, GUNEM - Ribuan kaum muslimin dari berbagai daerah berziarah di makam Mbah Mohammad Sholeh atau yang lebih dikenal dengan Kiageng Panohan, di Desa Panohan Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jumat (5/4/2019) sore.

Mereka khidmat mengikuti seremoni  haul (peringatan wafat tahunan) tokoh penyebar agama Islam di kawasan Kecamatan Gunem yang terkenal sakti mandraguna itu.

Peziarah datang dari berbagai daerah diantaranya, Rembang, Pati, Blora, dan Grobogan.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, Kiai Syarofudin Ismail Qoimas atau yang akrab dipanggil Mbah Syarof dalam tausiahnya  mengatakan, Mbah Sholeh -- panggilan Kiai Mohamad Sholeh -- merupakan salah satu wali Allah yang telah mendarmabaktikan hidupnya untuk kemaslahatan umat.

"Kita ngumpul di sini tidak lain untuk ngalap berkah Mbah Sholeh yang merupakan wali Allah. Dengan peringatan haul,  kita juga diingatkan tentang kematian. Suatu saat, kita pasti akan mati. Tentu kita harus menyiapkan bekal sabanyak-bnyaknya.

Yang ketiga, ini sekaligus peringatan isramikraj yang artinya, kita harus menjaga salat kita. Karena oleh-oleh dari isramikraj Kanjeng Nabi adalah salat lima waktu," tutur Mbah Syarof.

Makam Mbah Sholeh dinaungi Pohon Beringin yang rindang. (Rom/Rembangcyber)
Salah seorang tokoh kia muda setempat, Mbah Muslih mengatakan, makam Mbah Sholeh selama ini sering didatangi para peziarah dari berbagai daerah.

Mereka yang datang biasanya menggelar tahlil dan dzikir lainnya dengan berharap mendapatkan limpahan berkah Mbah Sholeh.

"Kisah ketokohan Mbah Sholeh ini sudah mendarang daging di masyarakat melalui cerita tutur para sesepuh dan kiai-kiai yang tidak diragukan lagi kebenarannya. Maknya banyak yang ke sini. Dan oleh masyarakat sekitar, Mbah Sholeh diyakini merupakan leluhur yang memiliki maqom kewalian. Buktinya, banyak yang berziarah. Kalau tidak wali atau orang soleh, tidak mungkin makamnya didatangi peziarah dari berbagai daerah," terang Mbah Muslih.

Berdasar silsilah keturunan, Mbah Soleh masih dzurriyah Nabi Muhammad dari jalur Sayyidina Husain putra  Siti Fatimah, putri Nabi Muhammad SAW.

Hal itu tampak jelas dalam bagan silsilah yang terpajang di Joglo Peristirahatan di selatan makam.

Tembok prasasti di selatan Makam Mbah Sholeh. (Rom/Rembangcyber)
Dalam silsilah tersebut, Mbah Soleh juga merupakan keturunan Maulana Syarif Hidayatullah atau yang dikenal dengan Sunan Gunungjati.

Salah seorang peziarah Abdul Hakim, mengatakan ia pernah mendapat sepenggal kisah kewalian Mbah Soleh atau Kiageng Panohan dari gurunya, seorang ulama besar di Sarang.

Dikatakan gurunya itu, Mbah Sholeh merupakan sosok orang hebat yang memiliki banyak kelebihan yang berjasa menyebarkan Islam di sekitar kawasan pegunungan Botak dan Kendeng Rembang.

"Beberapa kali ke sini. Pertama mendapat cerita Mbah Soleh dari kiai saya. Jadi kalau pas lewat atau acara di sekitar Gunem, ya mampir tahlil di Mbah Sholeh," ucap Hakim, warga Kragan.

Makam Kia Mohamad Sholeh berada di pemakaman umum Desa Panohan Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang. Beberapa sumber menyebut, Mbah Sholeh merupakan keturunan Kanjeng Nabi Muhammad SAW generasi ke-26.

Joglo di selatan makam Mbah Sholeh. (Rom/Rembangcyber)
Makam Mbah Sholeh tepat berada di bawah Pohon Beringin yang besar. Untuk memasuki makam ini, peziarah harus melewati satu pintu yang hanya bisa dilewati satu orang sambil berjongkok.

Pintu makam tidak terbuat dari kayu maupun tembok, melainkan akar pohon yang telah membentuk seperti mulut goa.

Di dalam makam, lantai sudah berkeramik. Luasannya mampu menampung sekira 10 hingga 20 orang.

Suasan makam sangat teduh dan asri. Banyak pohon rindang berdiri tegak di kompleks makam ini.

Awalnya makam Mbah Sholeh biasa saja, seperti makam yang lain pada umumnya. Belum ada Joglo maupun bangunan lainnya.

Setelah banyak masyarakat luar daerah  berziarah ke tempat ini, masyarakat Desa Panohan mulai menata bangunan makam. Makam yang semula ditumbuhi semak belukar dan tak terawat, disulap menjadi bersih dan asri sehingga peziarah lebih nyaman dan khusuk dalam berdoa.

Menurut cerita tutur, Mbah Sholeh bukanlah warga setempat melainkan pendatang dari Cirebon  Jawa Barat.

Pada zaman kolonial, beberapa kiai dari Banten dan beberapa wilayah di Jawa Barat yang mengadakan perlawanan kepada  penjajah terdesak dan harus mundur mengasingkan diri untuk menghimpun kekuatan di Jawa Tengah.

Diantaranya adalah Mbah Sholeh bersama dua cantriknya Kiai Ali Mahmudi dan Kiai Abu Bakar. Selanjutnya, tiga tokoh ini merapat ke Lasem dan dalam perkembangannya menyebarkan Islam di wilayah selatan Lasem.

Ketiga tokoh ini selain dikenal sakti mandraguna, mereka juga dikenal sangat ramah kepada siapapun sehingga  mereka sangat mudah dalam menyebarkan Islam kepada masyarakat.

Mbah Sholeh dimakamkan di Panohan (tengah), sedangkan dua cantriknya Mbah Ali Mahmudi dan Mbah Abu Bakar di makamkan di tempat terpisah yang juga masih berada di wilayah Desa Panohan.

Mbah Ali Mahmudi di sebelah barat, dekat jembatan Panohan dan Mbah Abu Bakar di sebelah timur  pemukiman di Desa Panohan. (Rom)
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Bupati Rembang, H Abdul Hafidz sambut kedatangan ratusan Peranakan Tionghoa. (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER, LASEM - Ratusan  peranakan Tionghoa dari berbagai negara  berkunjung di Rembang, Ahad (25/11/2018) siang.

Mereka berasal dari Malaysia, Singapura, Thailand, Belanda,  dan Australia.

Di Rembang, mereka mengunjungi sejumlah destinasi wisata yang ada di Kecamatan Lasem, Rembang
Seperti Klenteng Cu An Kiong, Lawang Ombo, Vihara Ratanavana Arama, Situs Perahu kuno, Rumah Lim, dan Klenteng Gie Yong Bio.

Bupati Rembang H Abdul Hafidz sangat mengapresiasi atas terpilihnya Rembang sebagai kota tujuan berlibur mereka.

Menurut Bupati Hafidz, Lasem dirasa tepat karena memiliki sejarah panjang terkait nenek moyang peranakan Tionghoa di Indonesia.

“Atas nama Kabupaten Rembang yang telah dijadikan tujuan peranakan yang ada di enam negara. Ini salah satu luar biasa. Saya merasa bangga ini bagian dari salah satu upaya kerjasama yang baik untuk meningkatkan pariwisata yang ada. Bapak-Ibu tak perlu ragu untuk berkeliling di Kabupaten Rembang. Kalau keliling di Rembang- Lasem, akan kita dampingi pasti aman. Bapak-Ibu akan kita dampingi kapanpun bisa,” kata Bupati Hafidz saat menjamu mereka di sebuah Rumah Makan di Rembang, Ahad (25/11/2018) malam.

Ketua Tim Peranakan China, Udaya Halim mengatakan, peranakan yang hadir dari enam negara, yang tergabung dalam empat asosiasi. Mereka sampai ke Indonesia dengan empat kali penerbangan dan berlibur ke Kabupaten Rembang dengan menggunakan 8 bus.

“Terima kasih suatu kehormatan bagi kami atas sambutan Bupati Rembang yang telah menyambut kehadiran kami. Dari 6 negara, dan 4 asosiasi Trenggalu. Dengan harapan Kota Pusaka Lasem dapat mendunia,” ucapnya. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Kades Pujon, Udi Hartoko menerima rombongan Press Tour Humas Setda Rembang. (Rom/Rembangcyber)

REMBANGCYBER, MALANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata untuk meningkatkan perekonomian warga.

Berbagai upaya dilakukan diantaranya melakukan studi komparasi ke desa wisata yang telah mapan.

Pemkab Rembang bersama Persatuan Wartawan Indonesia ((PWI) Rembang  melakukan studi komparasi ke Desa Wisata Pujon Kidul, Kecamatan Pujon Kabupaten Malang dan Bee Jay Bakau Resort (BJBR), Probolinggo, Jawa Timur, Jumat-Sabtu (16-17/11/2018).

Dipilihnya dua lokasi ini, karena kedua tempat wisata tersebut memiliki beberapa  kemiripan  dengan potensi wisata di Rembang dan perkembangan kedua obyek wisata tersebut sangat cepat.

Studi komparasi dipimpin langsung oleh Asisten III Setda Rembang, Noor Effendi didampingi Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Setda Rembang, Kukuh Purwasana.
Cafe Sawah, Pujon Kidul Malang. (Rom/Rembangcyber)


Di Pujon, rombongan diterima langsung oleh Kepala Desa Pujon Kidul, Udi Hartoko di Cafe Sawah Pujon yang merupakan ikon desa wisata itu.

Asisten III Setda Rembang, Noor Efendi berharap studi ini bisa mendapatkan banyak ilmu sehingga bisa diterapkan di Kabupaten Rembang.

“Dengan belajar ke Pujon ada beberapa hal yang bisa diterapkan. Persoalan utama adalah menyangkut pengembangan sumber daya manusia dan cara memotivasi pengelola desa wisata,” kata Noor Effendi.

Kabag Humas, Kukuh Purwasana mengatakan cara promosi dan pemasaran yang masif, menjadi kunci untuk menjual sebuah desa wisata. Pemasaran tidak tergantung pada seseorang yang ditugasi sebagai marketing, namun melibatkan semua pihak termasuk pengelola desa wisata, instansi terkait dan wartawan  melalui berbagai media.

Kepada rombongan, Kepala Desa Pujon Kidul, Udi Hartoko mengatakan pengelolaan desa wisata melalui BUMDes yang didirikan pada tahun 2014.
BJBR Probolinggo. (Rom/Rembangcyber)


“Terkait desa wisata memang seluruhnya dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Jadi, kita punya 6 unit usaha. Kita berdiri BUMDes kita itu saya SK-kan tahun 2014. Baru eksis jalan 2015.

Pada tahun 2016, awalnya dibangun gardu pandang di lahan milik desa dengan obyek unggulan pemandangan alam pegunungan. Lama kelamaan, pengunjung kian ramai. Setelah itu diperluas, sekarang lahan wisata alamnya sudah mencapai 3 hektare setelah banyak warga yang ikut berinvestasi. Mereka menjual souvenir, jasa persewaan arena permainan hingga kuliner," imbuhnya.

Udi Hartoko menyebutkan pihaknya memperoleh dana CSR dari Perbankan, untuk membangun Cafe Sawah.

Pada 2017, Cafe Sawah membukukan omset Rp 5,3 Miliar. Hingga pertengahan tahun 2018, BUMDes Pujon Kidul sudah menyumbang pendapatan desa sebesar Rp 681 Juta.

Untuk masuk ke lokasi Cafe Sawah, setiap pengunjung dipungut tarif masuk Rp 8 ribu per orang. Pada hari biasa, pengunjung yang datang rata-rata 700-an orang. Pada hari libur, pengunjung bisa meningkat hingga tiga kali lipat.

Untuk pengelolaan Cafe Sawah, Bumdes setempat telah mempekerjakan 250 orang.

Setelah dari Pujon, studi komparasi berlanjut ke obyek Bee Jay Bakau Resort (BJBR) di Probolinggo. Pemkab Rembang berencana mengembangkan kawasan hutan mangrove di Rembang menjadi kawasan wisata seperti BJBR Probolinggo.
" Di Rembang ada Jembatan Merah di Pasarbanggi, hutan mangrove di Dasun dan Kaliori. Ini akan kita dorong untuk dikembangkan sehingga kedepan bisa lebih baik lagi," ucap Kabag Humas Setda Rembang, Kukuh Purwasana. (Rom)

Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
 Peserta lakukan registrasi sebelum deklarasi Pasdendang. (Rom/Rembangcyber)


REMBANGCYBER, LASEM - Insan musik dangdut di Kabupaten Rembang membentuk wadah organisasi Paguyuban Seniman dan Pekerja Musik Dangdut (Pasdendang) Rembang. Deklarasi Pasdendang digelar di Gedung Pertemuan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Dasun Kecamatan Lasem,  Rembang, Sabtu (13/10/2018).

Sebelum deklarasi, dilakukan pemilihan Ketua  Pasdendang periode 2018- 2019. Ketua terpilih diberikan mandat khusus untuk mengurus lagalitas organisasi, merumuskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta menginventarisir anggota.

Pimpinan Zaidan Music, Edy Mulyono terpilih sebagai ketua mengalahkan dua kandidat lainnya yakni Ari Sutikno, Bos OM Dua Lolo dan Roby Sanggita, Pimpinan Sanggita Music.

"Kami siap mengemban amanah ini. Kami berharap Pasdendang menjadi wadah silaturahmi segenap insan dangdut di Rembang meliputi musisi, penyanyi, MC, pekerja sound dan lighting serta seluruh pekerja dangdut lainnya," ucap Edy Mulyono.

Salah seorang penggagas berdirinya Pasdendang, Dumadiono, mengatakan, Pasdendang selain sebagai wadah silaturahmi segenap insan dangdut di Rembang, kedepan Pasdendang diharapakan mampu menjadi organisasi yang mampu mengayomi serta memperjuangkan kesejahteraan insan dangdut di Rembang.

"Pasdendang fokus utamanya di bidang sosial. Tentu kedepannya, Pasdendang juga harus menjadi rumah bersama yang bisa mengayomi sekaligus memperjuangkan kesejahteraan bersama," ucap Dumadiono yang merupakan Pimpinan OM Mandala Rembang.

Yon, panggilan Dumadiono, menambahkan, Pasdendang hadir berawal dari aksi sosial penggalangan dana untuk salah seorang MC Rembang yang terlibat kecelakaan lalu lintas.

"Awalnya kita spontanitas mengajak teman-teman untuk bikin aksi penggalangan dana untuk meringankan beban Mas Parmin MC yang tak bisa bekerja pasca kecelakaan lalu lintas yang dialami. Acara saat itu kita gelar dai Taman Kartini Rembang. Nah setelah itu, teman-teman sepakat membuat wadah paguyuban untuk merekatkan silaturahmi. Akhirnya kita bentuk tim kecil yang secara maraton melakukan pertemuan dan persiapan. Dan alhamdulillah, hari ini, Pasdendang bisa kita deklarasikan," tambahnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto yang hadir dalam Deklarasi Pasdendang menyambut baik berdirinya paguyuban seniman dan pekerja dangdut Rembang. Dwi berharap, Pasdendang bisa tumbuh besar  sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.

"Kami berharap Pasdendang bisa tumbuh besar, tidak lantas berhenti atau mati suri setelah dideklarasikan. Tugas kami membina dan mengawasi ini. Kami akan memfasilitasi Pasdendang agar mampu menjadi organisasi yang bisa menambah daya tarik sekaligus mengenalkan potensi Rembang kepada masyarakat luar daerah melalui musik dangdut. Apalagi saat ini Kabupaten Rembang sudah ditetapkan sebagai salah satu kabupaten/kota kreatif. Pasdendang harus mampu ambil bagian dan bisa masuk di sisi pertunujukan," tegas Dwi Purwanto. (Rom)
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Bupati Rembang, H Abdul Chafid bersama Forkopimda di Telaga Gunung Butak yang mengering. (Rom/rembangcyber)

REMBANGCYBER.NET, GUNEM - Gunung Butak yang berada di Desa Dowan Kecamatan Gunem, memiliki potensi wisata yang layak dikembangkan.

Potensi itu berupa telaga dan makam Eyang Jatikusumo, salah seorang tokoh yang diyakini masyarakat sekitar sebagai penyebar agama Islam di  daerah sekitar Gunung Butak.

Pemerintah Kabupaten Rembang berencana mengembangkan potensi wisata itu.

Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengatakan,  dahulu Gunung Butak terkenal dengan telaganya.

"Karena suatu hal telaga itu tertutup oleh longsoran tanah, sehingga harus kita normalisasi atau kita keruk agar bisa menjadi telaga seperti dulu. Ini juga ada makam walilullah yang sudah dicari kebenarannya memang itu termasuk walillulah, sehingga ini harus kita rawat agar dapat menjadi tujuan dari wisata religi yang Insyaallah tahun depan akan kita mulai," terangnya, Selasa (28/8/2018).

Bupati menambahkan, selain itu melihat posisi lokasinya yang berada di dataran tinggi yang dapat diakses dengan kendaraan bermotor, Gunung Butak juga bisa dikembangkan sebagai lokasi olahraga ataupun wisata paralayang di Kabupaten Rembang.

"Ini tempat yang strategis untuk paralayang, ini juga nanti jadi bidikan saya, barangkali nanti ada kerjasama yang baik dengan pihak-pihak pecinta paralayang nanti akan kita beritahu dan akan kita ajak kerjasama. Ini sangat baik sekali dan potensi yang sangat luar biasa yang harus kita eksploitasi sehingga dapat menambah potensi wisata di Kabupaten Rembang," pungkasnya.

Bupati Hafidz bersama jajaran Forkopimda Rembang telah melihat secara langsung Kawasan Gunung Butak yang asri saat mengikuti kegiatan off road, Sabtu (25/8/2018). (Rom)
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Festival Egrang di Rembang meriah. (Rom/Rembangcyber)

REMBANG, REMBANGCYBER - Ribuan warga menyemut di sepanjang Jalan dr Sutomo Rembang, Ahad (26/8) pagi guna menyaksikan Festival Egrang yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang.

Festival Egrang Nusantara 2018 ini sebagai puncak kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memperingati Hari Jadi ke-277 Kabupaten Rembang.

Festival Egrang diikuti 112 peserta terdiri dari pelajar SMP, SMA, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan perwakilan desa serta kecamatan.

Uniknya, peserta tak hanya berjalan menggunakan egrang namun mereka juga mengenakan berbagai kostum adat, olahraga, hingga kostum dalam cerita pewayangan.

Bupati Rembang H Abdul Hafidz saat membuka acara mengatakan, egrang merupakan seni budaya lokal yang harus dilestarikan. Selain menjadi hiburan bagi warga, festival egrang  juga dapat mempererat hubungan antar masyarakat.

"Ini bentuk seni budaya yang harus dilestarikan sekaligus menjadi perekat bangsa kita," ucapnya.

Bupati Hafidz berharap,  masyarakat tidak hanya menjadikan Festival Egrang ini sekedar hiburan meskipun acara yang digelar bertujuan untuk menghibur masyarakat.

"Dengan Festival Egrang ini bukan sekedar menjadi tontonan tetapi harus menjadi perekat persatuan dan kesatuan kita, disamping kita juga ingin merayakan hari ulang tahun dengan budaya-budaya lokal yang ada ini," tambahnya.

Festival Egrang start dari Rumah Dinas Wakil Bupati di Jl dr. Sutomo dan finish di Alun-alun Rembang.

Bupati Hafidz beserta jajaran Forkompinda yang berkesempatan menjajal berjalan dengan egrang tampak kesulitan melangkah. Hal itu memicu gelak tawa warga yang antusias menyaksikan festival ini.

Salah seorang warga asal  Sidowayah, Rembang, Rendi mengaku terhibur dengan kegiatan ini.

"Ini sangat menghibur. Selain itu, juga mengingatkan kita saat anak-anak bermain egrang. Semoga kedepan bisa lebih meriah lagi," ucapnya. (Rom)
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Ultah Pandawa. Foto (Rembangcyber/Rom)

Kaliori, Rembangcyber.net - Komunitas Panther Dampo Awang (Pandawa) Rembang menggelar ulang tahun pertamanya di Pantai Wates Desa Tasikharjo Kaliori, Ahad (8/7/2018). Ultah Pandhawa dihadiri ratusan pecinta mobil Panther  dari berbagai daerah di Pulau Jawa.

Ketua Pandawa Agung Wahyu Setyanto mengatakan pihaknya sengaja mengambil dua manfaat dari ultah pertama Pandawa yakni persaudaraan dan promosi wisata.  Sedikitnya 800 orang dengan 250 mobil panther terlibat dalam kegiatan ini. Mereka
datang dari komumitas Panther Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Kami tidak  hanya aniversary ini saja, kami ada agenda rutin kopdar wisata dan ulang tahun kedepannya. Kami berharap Pandawa tidak hanya berkegiatan di dunia otomotif saja tetapi juga berguna bagi Kabupaten Rembang tercinta," ucapnya, Ahad.

Joko Wahyudi perwakilan dari Isuzu Panther Community Indonesia (IPCI) Surabaya mengapresiasi acara yang diadakan di Pantai Wates.

"Dengan demikian antar komunitas otomotif bisa saling mengenalkan potensi daerahnya. Saya belum pernah kesini, memang sering lewat tapi belum pernah," ucapnya.

Sebagai wujud bakti sosial, Pandhawa juga membahikan santunan kepada anak- anak yatim di desa setempat. (Rom)
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.

KOTA, REMBANGCYBER.NET - Kelompok Thong-thong Lek New Ganepa asal  Kelurahan Gegunung Kulon Kecamatan Rembang tampil sebagai juara pada Festival Thong-thong Lek 2018 di Kabupaten Rembang yang digelar Selasa-Rabu (12-13/6/2018).

Juara dua diraih kelompok Gondorase asal Desa Banyudono Kecamatan Kaliori, sedangkan juara tiga diraih kelompok Al Buser asal  Dukuh Grajen Desa Sumberjo Kecamatan Rembang.

Juara harapan 1, 2, dan 3,  masing-masing diraih oleh New Gankprat, (Waru Lor),  Al-Densa (Waru) dan Guwe (Gegunung Wetan).

Juara pertama mendapatkan hadiah uang Rp5juta, juara dua Rp4juta dan juara tiga Rp3juta. Sementara harapan pertama, kedua, dan ketiga, mendapat hadiah masing-masing dua juta rupiah.

Festival thong-thong lek di Kabupaten Rembang pada tahun ini diikuti oleh 26 kelompok. Peserta tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang hanya 18 grup.

26 peserta mengikuti babak penyisihan dengan melakukan arak-arakan pada Selasa (12/6/2018) malam. Selanjutnya, dari 26 kelompok tersebut terpilih 10 kelompok yang lolos ke babak final.

Mereka adalah New Ganepa, Guwe, Al Buser, Bango Ngotet, New Gankfrat, Al Densa, Gondorase, Muncar Pacar, New Elben Pendem Gunungsari, dan Bobota Family Tawangsari.

Kesepuluh peserta selanjutnya tampil di babak final pada Rabu (13/6/2018) malam di Halaman Stadion Krida Rembang.

Bupati Rembang Abdul Hafidz berharap, tradisi festival thong-thong lek  bisa menjadi media untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Rembang ini terdiri dari bermacam-macam etnis dan kelompok, jadi harus rukun ya. Rukun ya, ” ucap Bupati saat pembukaan festival. (Rom)
Rembang Cyber merupakan media online Kabupaten Rembang yang mengabarkan berita rembang terkini, rembang hari ini, seputar rembang dan sekitarnya.
Ilustrasi. Foto (istimewa)

REMBANG, REMBANGCYBER.COM - Peringatan Hari Kartini tahun 2018 di Kabupaten Rembang bakal istimewa. Pasalnya, karnaval inbox SCTV akan hadir di Kabupaten Rembang, pada tanggal 21 sampai 22 April 2018.

Acara akan digelar di Alun-alun Rembang. Sementara satu tempat lainnya masih dalam pembahasan.

Acara yang akan digelar selama dua hari itu akan menjadi momen pemerintah setempat untuk memasarkan tempat wisata yang tengah berkembang.

Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto mengaku, tidak ada biaya yang dibebankan kepada Pemkab Rembang. Semua kebutuhan baik artis maupun panggung sudah disiapkan oleh menejemen inbox.

Pemerintah Kabupaten Rembang hanya dibebani penjemputan, dan penginapan selama berada di Kabupaten Rembang.

"Kita hanya menyiapkan tempat dan persiapan selama di Rembang dan juga penjembutan. Hanya itu saja," katanya, Ahad (4/3/2018).

Produk Usaha Kecil Menengah (UKM) seperti batik, dan ekonomi kreatif lainnya, juga akan ditampilkan pada event yang menyedot puluhan ribu penggemarnya.

"Ya pastinya sesuai dengan visi misi kita, kita kan punya program yang namanya pariwisata, termasuk ekonomi kreatif. Ini merupakan momen Kabupaten Rembang untuk menampilkan produk UKM," tambahnya.

Dari pihak menejemen inbox sampai hari ini masih on skedul. Acara di Rembang akan tayang pada hari Sabtu dan Minggu secara live sejak pukul 06.00 sampai pukul 13.00 WIB. (Rom)